ITime. Id. SEMARANG – 1Agustus 2026 .Badan Gizi Nasional (BGN) membekukan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang, menyusul dugaan insiden keracunan makanan yang dialami ratusan siswa dan guru di SMKN 6 Semarang.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif sekaligus memastikan proses penyelidikan dapat berjalan secara menyeluruh. Selama masa penghentian operasional, distribusi makanan dari dapur SPPG Karangturi juga dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium selesai.
BGN menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para siswa menjadi prioritas utama. Karena itu, evaluasi terhadap proses penyediaan makanan dilakukan secara menyeluruh sembari menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Berdasarkan pendataan sementara, ratusan siswa dan sejumlah guru mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian besar mendapatkan penanganan medis di lingkungan sekolah, sementara beberapa lainnya dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Dinas Kesehatan Kota Semarang telah mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Petugas juga mengambil sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen dari para siswa guna diperiksa di laboratorium.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan.
BGN menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, Dinas Kesehatan, serta penyelenggara SPPG agar penanganan terhadap para siswa berjalan optimal. Operasional dapur SPPG Karangturi baru akan kembali dibuka setelah dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan dan seluruh proses investigasi selesai.
Langkah pembekuan sementara ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan seluruh makanan yang disalurkan kepada peserta didik memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
(Reina)
