ITime.id .SALATIGA – 8 Agustus 2026 .Jejak sejarah masa lalu kembali ditelusuri di Kota Salatiga. Keluarga yang memiliki hubungan dengan sejarah perkebunan dan industri kopi pada masa kolonial Belanda melakukan napak tilas ke sejumlah kawasan yang diyakini memiliki keterkaitan dengan perjalanan leluhur mereka.
Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna, terutama bagi keluarga yang ingin mengenang kembali kehidupan generasi terdahulu yang pernah memiliki hubungan dengan dunia perkebunan kopi di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Salatiga sendiri memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Letaknya yang berada di kawasan pegunungan dengan udara sejuk menjadikan wilayah ini sejak dahulu memiliki daya tarik bagi perkembangan perkebunan, termasuk komoditas kopi.
Dalam napak tilas tersebut, keluarga mencoba menyusuri kembali jejak-jejak masa lalu sekaligus mengenal lebih dekat kondisi Salatiga yang telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa.
Bagi keluarga, perjalanan ini bukan sekadar kunjungan wisata. Ada nilai sejarah dan emosional yang ingin mereka temukan kembali. Cerita tentang leluhur, perkebunan, serta kehidupan pada masa lampau menjadi bagian penting yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kehadiran keluarga tersebut juga menjadi pengingat bahwa Salatiga memiliki kekayaan sejarah yang tidak hanya berkaitan dengan bangunan kuno, tetapi juga perjalanan manusia, keluarga, perdagangan, perkebunan, dan berbagai aktivitas ekonomi yang pernah berkembang di wilayah tersebut.
Napak tilas ini sekaligus membuka peluang untuk semakin memperkenalkan sejarah Salatiga kepada masyarakat luas. Kisah-kisah keluarga yang memiliki hubungan dengan masa lalu dapat menjadi bagian dari narasi wisata sejarah dan budaya kota.
Dengan semakin banyaknya generasi muda yang mengenal kembali sejarah leluhur, diharapkan berbagai peninggalan dan cerita masa lalu tidak hilang begitu saja. Salatiga memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata berbasis sejarah yang menghubungkan masa lalu dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Perjalanan kembali ke jejak leluhur tersebut akhirnya bukan hanya menjadi perjalanan mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi upaya merawat ingatan sejarah dan memperkenalkannya kepada generasi masa kini.
(Reina)
