ITime.id .SOLO –8 Agustus 2026 . Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong Kota Solo memiliki kawasan wisata ikonik yang mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan, seperti kawasan Malioboro di Yogyakarta.
Gagasan tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya tarik Kota Solo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Kehadiran kawasan ikonik diharapkan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi, kuliner, seni, budaya, hingga UMKM.
Menurut PHRI, Solo memiliki modal kuat untuk membangun kawasan semacam itu. Kota ini dikenal memiliki kekayaan budaya, kuliner khas, bangunan bersejarah, serta berbagai tradisi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang lebih terintegrasi.
Kawasan wisata ikonik nantinya diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang khas dan mudah dikenali wisatawan. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya datang untuk menghadiri acara tertentu, tetapi memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai destinasi yang tersedia.
Keberadaan kawasan seperti Malioboro juga dinilai dapat memberikan efek berantai terhadap sektor pariwisata. Hotel, restoran, pusat oleh-oleh, pelaku UMKM, transportasi, hingga ekonomi kreatif berpeluang ikut merasakan peningkatan aktivitas wisata.
PHRI berharap pemerintah daerah bersama pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dapat duduk bersama untuk menentukan konsep kawasan yang benar-benar mencerminkan identitas Kota Solo.
Jika terealisasi dengan konsep yang kuat, kawasan wisata ikonik tersebut bukan hanya menjadi ruang publik baru, tetapi juga dapat menjadi ikon pariwisata Solo sekaligus membantu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.
Solo memiliki kekayaan budaya yang besar. Tantangannya kini adalah bagaimana mengemas potensi tersebut menjadi sebuah kawasan wisata yang menarik, nyaman, modern, namun tetap mempertahankan karakter dan identitas budaya Kota Solo.
(Reina)
