ITime.id .MAGETAN – 9Agustis 2026 .Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) melakukan pemetaan potensi kerawanan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan, ketertiban, serta keselamatan wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi unggulan Jawa Timur tersebut.
Pemetaan dilakukan melalui kegiatan risk assessment dengan mengevaluasi sejumlah aspek keamanan di kawasan Telaga Sarangan. Hasil penilaian nantinya menjadi bahan rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Magetan dan pengelola kawasan wisata untuk melakukan berbagai pembenahan.
Kasubdit Audit KMA Ditpamobvit Polda Jatim AKBP Fatahul Asmi mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah potensi kerawanan yang perlu mendapatkan perhatian dari pengelola.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain penataan area parkir, kondisi pagar pengaman, ketersediaan dan fungsi kamera pengawas atau CCTV, serta kondisi bekas longsor di sekitar bibir telaga.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan evaluasi lanjutan dari penilaian risiko yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Polda Jatim ingin melihat sejauh mana rekomendasi yang telah diberikan sebelumnya sudah ditindaklanjuti oleh pengelola.
“Hasilnya, sudah banyak yang ditindaklanjuti,” kata Asmi.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Didik Kurniyawan, menyampaikan bahwa sebagian catatan dari tim Polda Jatim sebenarnya telah dilakukan di lapangan.
Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu disempurnakan, terutama dari sisi administrasi dan dokumentasi standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan kawasan wisata.
Didik mengatakan, rekomendasi dari Polda Jatim akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pengelola Telaga Sarangan agar pelayanan kepada wisatawan semakin aman dan profesional.
“Kami sangat berterima kasih pada Polda Jatim karena dengan dilaksanakannya risk assessment ini dapat memberikan kami gambaran atau celah-celah di mana kekurangan kami sehingga dapat dibenahi ke depannya,” ujarnya.
Telaga Sarangan sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Magetan yang berada di lereng Gunung Lawu. Tingginya jumlah kunjungan wisatawan membuat aspek keamanan dan keselamatan menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan mencatat Telaga Sarangan dikunjungi 1.094.668 wisatawan sepanjang 2025, dengan kontribusi pendapatan asli daerah mencapai sekitar Rp20,202 miliar.
Dengan adanya pemetaan potensi kerawanan tersebut, diharapkan berbagai kekurangan dapat segera diperbaiki sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan Telaga Sarangan dengan lebih nyaman, aman, dan tertib.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat penerapan unsur keamanan dalam konsep Sapta Pesona serta menjaga Telaga Sarangan tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat di Jawa Timur.
(Reina)
