ITime. Id.JAKARTA — 13 Agustus 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali menjadi perhatian setelah muncul wacana untuk menguji kompetensi “kabinet bayangan”, sebuah konsep yang menempatkan kelompok mahasiswa untuk memetakan sekaligus mengkritisi kinerja pemerintahan melalui sudut pandang kebijakan publik.
Gagasan kabinet bayangan tersebut dinilai menarik karena dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam membaca persoalan pemerintahan, menyusun alternatif kebijakan, serta menguji kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai persoalan nasional.
Melalui konsep ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai kelompok yang memberikan kritik, tetapi juga ditantang untuk mampu menawarkan solusi. Setiap bidang dapat dikaji berdasarkan persoalan aktual, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hukum, hingga sosial-politik.
BEM UI selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai isu nasional. Kehadiran konsep kabinet bayangan dapat menjadi bentuk pengembangan tradisi intelektual mahasiswa sekaligus sarana pembelajaran mengenai tata kelola pemerintahan.
Uji kompetensi tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur atau penamaan kementerian semata. Para peserta perlu menunjukkan kemampuan melakukan analisis, menyusun program, mempertanggungjawabkan gagasan, serta memahami dampak setiap kebijakan terhadap masyarakat.
Jika terlaksana dengan baik, kabinet bayangan BEM UI berpotensi menjadi laboratorium kepemimpinan mahasiswa. Gagasan yang lahir dari kampus dapat diuji secara terbuka dan menjadi bahan diskusi publik.
Di tengah tuntutan agar mahasiswa tetap kritis sekaligus konstruktif, langkah BEM UI menguji kompetensi kabinet bayangan dapat menjadi salah satu bentuk pendidikan politik yang mendorong generasi muda tidak hanya pandai mengkritik, tetapi juga mampu menawarkan jalan keluar atas persoalan bangsa.
(Reina)
