ITime. Id.SALATIGA – 15 Agustus 2026 Sekilas, lotek dan gado-gado terlihat seperti hidangan yang sama. Keduanya sama-sama menggunakan sayuran, disiram bumbu kacang, dan sering menjadi pilihan makanan sehat yang mengenyangkan. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, ketiganya memiliki perbedaan dari bahan, bumbu, hingga cara penyajiannya.
Perbedaan tersebut menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Nama boleh berbeda, tetapi masing-masing hidangan mempunyai karakter dan sejarah kuliner yang khas dari daerah asalnya.
1. Lotek, Kuliner Khas Jawa Barat
Lotek sangat populer di Jawa Barat. Hidangan ini umumnya terdiri dari sayuran yang telah direbus, seperti kangkung, kacang panjang, kol, tauge, dan terkadang ditambah kentang atau labu siam.
Ciri khas lotek terletak pada bumbu kacangnya yang diulek langsung. Bumbu biasanya dibuat dari kacang tanah, cabai, gula merah, bawang putih, dan kencur. Penggunaan kencur memberikan aroma serta rasa khas yang membuat lotek berbeda dari hidangan berbumbu kacang lainnya.
Lotek biasanya disajikan bersama lontong atau nasi dan dilengkapi kerupuk.
2. Gado-Gado, Sayuran dengan Bumbu Kacang
Gado-gado dikenal luas sebagai salah satu kuliner khas Indonesia. Bahan utamanya berupa aneka sayuran rebus, seperti kacang panjang, tauge, wortel, kol, kentang, serta tahu dan tempe.
Gado-gado juga menggunakan saus kacang, tetapi racikan dan tingkat kekentalannya dapat berbeda-beda sesuai daerah maupun penjualnya. Hidangan ini sering dilengkapi telur rebus, lontong atau nasi, serta kerupuk.
Keunikan gado-gado adalah komposisinya yang lebih beragam, sehingga dalam satu piring dapat ditemukan sayuran, sumber protein nabati dari tahu dan tempe, serta telur.
3. Gado-Gado Betawi, Identitas Kuliner Jakarta
Sementara itu, gado-gado Betawi memiliki karakter tersendiri dan erat dengan tradisi kuliner masyarakat Betawi di Jakarta.
Bahan yang digunakan umumnya berupa sayuran rebus, tahu, tempe, kentang, telur, dan lontong. Saus kacangnya menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan cita rasa.
Pada sejumlah versi tradisional, bumbu gado-gado Betawi memiliki tekstur dan rasa yang khas, dengan perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas. Penyajiannya juga sering dilengkapi kerupuk sebagai pelengkap.
Beda Nama, Beda Karakter
Meski sama-sama menggunakan sayuran dan bumbu kacang, lotek, gado-gado, dan gado-gado Betawi bukanlah makanan yang benar-benar sama.
Lotek lebih dikenal dengan aroma kencur dan bumbu kacang yang diulek bersama bahan tertentu. Gado-gado memiliki komposisi sayuran dan pelengkap yang lebih beragam, sedangkan gado-gado Betawi membawa karakter kuliner khas Jakarta dengan racikan bumbu dan pelengkapnya sendiri.
Perbedaan tersebut justru menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Dari sepiring sayuran dan bumbu kacang saja, setiap daerah mampu menghadirkan rasa, tradisi, dan identitas yang berbeda.
Jadi, kalau menemukan lotek, gado-gado, dan gado-gado Betawi di meja makan, jangan buru-buru menganggap semuanya sama. Cita rasanya mungkin memiliki kemiripan, tetapi setiap hidangan mempunyai cerita dan ciri khasnya masing-masing.
(Reina)
