ITime. Id.SEMARANG –16 Agustus 2026 . Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Kalibanteng, Kota Semarang. Sebuah bendera Belanda tampak berkibar setengah tiang, menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Bendera berwarna merah, putih dan biru itu menjadi simbol yang mengingatkan masyarakat pada perjalanan panjang sejarah Indonesia, khususnya masa perjuangan melawan kolonialisme Belanda.
Pengibaran bendera Belanda setengah tiang di kawasan Kalibanteng juga dapat menjadi pengingat bahwa kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai catatan sejarah perjuangan bangsa. Semarang sendiri merupakan salah satu kota yang memiliki banyak jejak perjuangan dan peristiwa penting sejak masa kolonial hingga kemerdekaan.
Bagi sebagian masyarakat, keberadaan bendera tersebut bukan sekadar pemandangan, tetapi memunculkan rasa ingin tahu mengenai makna dan latar belakang pengibaran bendera Belanda setengah tiang tersebut.
Bendera setengah tiang dalam tradisi kenegaraan umumnya digunakan sebagai tanda penghormatan atau berkabung. Namun, konteks pengibaran bendera Belanda di Kalibanteng perlu dilihat berdasarkan kegiatan atau peristiwa yang melatarbelakanginya.
Fenomena tersebut pun menjadi perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah orang mengabadikan pemandangan tersebut melalui kamera telepon seluler karena dianggap unik dan berbeda dari pemandangan sehari-hari.
Keberadaan simbol-simbol sejarah seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk kembali mengingat perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi juga dapat ditemukan melalui berbagai peninggalan, tempat, maupun simbol yang masih terlihat hingga sekarang.
Kalibanteng pun kembali menjadi salah satu kawasan di Semarang yang menghadirkan pemandangan sekaligus pertanyaan sejarah bagi masyarakat: mengapa bendera Belanda dikibarkan setengah tiang dan apa pesan yang ingin disampaikan?
untuk memastikan alasan resmi pengibaran bendera tersebut, diperlukan keterangan dari pihak atau pengelola yang memasangnya.
(Reina)
