ITime. Id.YOGYAKARTA —17 Agustus 2026 . Polemik mengenai keaslian ijazah dan skripsi Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai klaim yang beredar, Universitas Gadjah Mada (UGM) tetap pada sikapnya bahwa Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM.
UGM sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait tudingan mengenai ijazah dan skripsi Jokowi. Kampus tersebut menyatakan bahwa Jokowi menjalani proses studi sejak 1980 dan tercatat lulus pada 5 November 1985. UGM juga menyebut nomor mahasiswa Jokowi adalah 80/34416/KT/1681.
Kesaksian menarik datang dari Frono Jiwo, teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM. Frono mengaku masuk kuliah bersama Jokowi pada 1980 dan mengikuti wisuda pada 1985.
Menurut Frono, bentuk ijazah miliknya memiliki tampilan yang sama dengan ijazah Jokowi. Perbedaan terdapat pada nomor kelulusan karena setiap mahasiswa memiliki nomor masing-masing.
“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” demikian keterangan Frono yang dimuat dalam klarifikasi UGM.
Frono juga menjelaskan mengenai persoalan skripsi. Ia mengatakan mahasiswa satu angkatannya pada masa itu umumnya masih menggunakan mesin ketik untuk menyusun skripsi. Sementara sampul, lembar pengesahan dan proses penjilidan dilakukan melalui percetakan.
Penjelasan tersebut menjadi salah satu jawaban terhadap perdebatan mengenai bentuk fisik skripsi Jokowi, termasuk penggunaan jenis huruf pada bagian sampul dan lembar pengesahan.
UGM juga menjelaskan bahwa pada masa tersebut sampul dan lembar pengesahan skripsi dapat dibuat melalui percetakan, sedangkan isi skripsi Jokowi disebut masih menggunakan mesin ketik.
UGM Tegaskan Tak Ada Alasan Meragukan Status Akademik Jokowi
Dalam klarifikasinya, UGM menegaskan bahwa berbagai bukti akademik yang dimiliki Fakultas Kehutanan menunjukkan Jokowi sebagai alumnus kampus tersebut.
Pada 2022, alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 juga pernah menggelar konferensi pers. Mereka menunjukkan sejumlah dokumentasi, mulai dari foto saat kuliah dan wisuda hingga ijazah, untuk menegaskan bahwa Jokowi merupakan bagian dari alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980.
UGM kemudian kembali menegaskan sikapnya pada 2025. Kampus menyatakan bahwa data akademik mengenai Jokowi tersedia, sementara informasi yang bersifat pribadi tidak seluruhnya dapat dibuka kepada publik karena terkait ketentuan perlindungan data pribadi.
Dengan demikian, polemik ijazah Jokowi hingga kini masih menjadi perdebatan di ruang publik. Namun, keterangan resmi UGM dan kesaksian sejumlah rekan seangkatan menjadi bagian penting dalam melihat persoalan tersebut secara utuh.
Publik pun diimbau membedakan antara fakta akademik yang telah dikonfirmasi institusi dengan klaim atau dugaan yang beredar di media sosial dan belum terbukti secara independen.
(Reina)
