ITime..id. KALIMANTAN —24 Agustus 2026 . Kabut asap tebal kembali menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Asap yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara menurun dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut dirasakan warga yang harus beraktivitas di tengah kepungan asap. Jarak pandang menjadi terbatas, sementara bau asap menyengat tercium di sejumlah permukiman.
Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, kabut asap juga mulai dikeluhkan warga karena menimbulkan gangguan pernapasan. Sejumlah masyarakat mengaku mengalami sesak napas, batuk, serta rasa tidak nyaman pada tenggorokan setelah terpapar asap.
Kondisi ini menjadi perhatian karena asap hasil pembakaran lahan dapat membawa partikel halus yang berbahaya apabila terhirup dalam waktu lama. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih.
Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap sedang pekat. Penggunaan masker dan menjaga sirkulasi udara di dalam rumah juga menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan asap.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan terhadap titik-titik kebakaran serta menindak tegas praktik pembakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kondisi udara.
Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama semua pihak agar bencana asap tidak semakin meluas.
(Reina)
