I Time..id. JAKARTA – 29 Agustus 2026 .Australia menjadi salah satu negara yang banyak dibidik tenaga kerja asing karena menawarkan peluang kerja di berbagai sektor. Namun, untuk bisa bekerja secara legal sekaligus memiliki peluang menetap permanen, calon pekerja harus memenuhi sejumlah persyaratan imigrasi.
Salah satu syarat yang paling sering ditanyakan adalah kemampuan bahasa Inggris, khususnya IELTS (International English Language Testing System).
Perlu diketahui, tidak ada satu skor IELTS yang berlaku untuk seluruh jenis pekerjaan dan seluruh visa Australia. Persyaratan bahasa Inggris bergantung pada jenis visa yang dipilih. Pemerintah Australia juga memiliki beberapa kategori tingkat kemampuan bahasa Inggris, mulai dari Functional, Competent, Proficient hingga Superior English.
Skor IELTS untuk bekerja di Australia
Bagi calon pekerja yang menargetkan jalur skilled migration, salah satu standar penting adalah Competent English.
Secara umum, pada IELTS, tingkat Competent English berarti memperoleh skor minimal 6 pada masing-masing komponen, yakni:
- Listening: 6
- Reading: 6
- Writing: 6
- Speaking: 6
Namun, calon pekerja perlu memperhatikan jenis visa yang dituju karena persyaratan bahasa dapat berbeda.
Jika ingin meningkatkan peluang dalam sistem poin skilled migration, kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi juga sangat penting.
IELTS 6.0 – Competent English
Skor IELTS minimal 6 pada setiap komponen umumnya masuk kategori Competent English untuk jalur skilled migration yang mensyaratkannya.
Pada level ini, pemohon dapat memenuhi persyaratan bahasa Inggris untuk visa tertentu, tetapi belum mendapatkan poin tambahan untuk kemampuan bahasa Inggris dalam sistem poin skilled migration.
IELTS lebih tinggi – peluang poin bertambah
Bagi pemohon visa berbasis poin seperti Skilled Independent visa subclass 189, kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi dapat memberikan keuntungan.
Dalam tabel poin resmi pemerintah Australia:
Competent English = 0 poin
Proficient English = 10 poin
Superior English = 20 poin
Artinya, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dapat menjadi salah satu strategi untuk memperbesar skor keseluruhan dalam sistem migrasi berbasis poin.
Jadi, berapa target IELTS yang sebaiknya dikejar?
Bagi masyarakat Indonesia yang serius ingin bekerja sekaligus membuka peluang menuju PR, target yang lebih aman bukan sekadar memenuhi IELTS 6.0.
Calon pekerja dapat mempertimbangkan target:
IELTS 6.0
Untuk memenuhi standar Competent English pada jalur yang mensyaratkannya.
IELTS 7.0
Dapat masuk kategori Proficient English apabila memenuhi ketentuan skor pada masing-masing komponen dan memberikan tambahan poin.
IELTS 8.0
Dapat masuk kategori Superior English apabila memenuhi persyaratan skor pada masing-masing komponen dan dapat memberikan poin bahasa Inggris yang lebih tinggi.
Dengan demikian, semakin tinggi kemampuan bahasa Inggris, semakin besar pula peluang mendapatkan tambahan poin pada jalur migrasi berbasis poin.
Tetapi IELTS bukan satu-satunya syarat
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap seseorang sudah bisa mendapatkan PR hanya karena mempunyai IELTS tinggi.
Padahal, pemerintah Australia juga mempertimbangkan berbagai persyaratan lainnya.
Calon pekerja dapat membutuhkan:
- Usia yang memenuhi persyaratan visa.
- Pendidikan atau kualifikasi yang sesuai.
- Pengalaman kerja.
- Skills assessment untuk pekerjaan tertentu.
- Kemampuan bahasa Inggris.
- Pekerjaan atau profesi yang memenuhi ketentuan.
- Nominasi negara bagian atau teritori, jika jalurnya membutuhkan.
- Sponsor pemberi kerja, untuk visa tertentu.
- Persyaratan kesehatan dan karakter.
- Skor poin yang cukup, untuk visa berbasis sistem poin.
Dalam proses SkillSelect, pemohon juga diminta memberikan informasi mengenai pendidikan dan riwayat pekerjaan.
Jalur kerja menuju PR Australia
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Australia dalam jangka panjang, ada beberapa jalur visa yang perlu dipelajari.
Salah satunya adalah jalur skilled migration. Pemohon mengajukan Expression of Interest atau EOI melalui SkillSelect dan kemudian dapat diundang untuk mengajukan visa apabila memenuhi kriteria dan mendapatkan undangan.
Selain itu terdapat jalur yang menggunakan sponsor perusahaan, terutama bagi pekerja dengan keterampilan yang dibutuhkan pemberi kerja Australia.
Ada pula jalur regional. Misalnya, Skilled Work Regional (Provisional) visa subclass 491 memungkinkan pekerja terampil untuk tinggal dan bekerja di wilayah regional Australia dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi pemegang visa regional tertentu yang memenuhi persyaratan, tersedia jalur menuju Permanent Residence (Skilled Regional) visa subclass 191.
Jangan tergiur agen yang menjanjikan PR pasti
Calon pekerja juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan pekerjaan di Australia dengan janji “pasti mendapatkan PR” hanya bermodalkan IELTS.
Tidak ada skor IELTS yang secara otomatis menjamin seseorang mendapatkan permanent residence.
IELTS hanyalah salah satu bagian dari persyaratan. Keputusan visa tetap bergantung pada jenis visa, kualifikasi pemohon, pekerjaan, pengalaman, sistem poin, nominasi atau sponsor serta persyaratan lain yang ditetapkan pemerintah Australia.
Pemerintah Australia juga menerima sejumlah tes bahasa Inggris lain untuk keperluan visa tertentu, sehingga IELTS bukan satu-satunya pilihan.
Kesimpulan
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Australia, IELTS 6.0 pada masing-masing komponen dapat menjadi target awal untuk memenuhi Competent English pada jalur yang mensyaratkannya.
Namun, apabila ingin mengejar jalur skilled migration berbasis poin, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris menjadi Proficient atau Superior English dapat memberikan tambahan poin, masing-masing 10 dan 20 poin pada visa skilled tertentu seperti subclass 189.
Karena aturan visa dapat berubah, calon pekerja sebaiknya menentukan terlebih dahulu jenis pekerjaan dan visa yang dituju, kemudian menyesuaikan skor IELTS serta dokumen lainnya.
Informasi resmi mengenai persyaratan bahasa Inggris dan visa Australia dapat diperiksa melalui situs Department of Home Affairs Australia sebelum melakukan pembayaran kepada agen atau mengikuti proses pengajuan visa.
(Reina)
