ITime.id .JAKARTA – 1 September 2026 .Refluks asam lambung sering dianggap sebagai masalah pencernaan biasa. Padahal, ketika terjadi berulang dan mengganggu aktivitas, kondisi tersebut dapat mengarah pada gastroesophageal reflux disease (GERD), yaitu keadaan ketika isi lambung berulang kali naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan gejala.
Selama ini banyak orang hanya mengenali refluks asam lambung dari rasa panas di dada atau heartburn. Padahal, gejalanya bisa lebih beragam dan sebagian justru sering diabaikan.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), tidak semua penderita GERD mengalami rasa panas di dada atau makanan yang naik ke tenggorokan. Gejala lain dapat berupa nyeri dada, mual, sulit atau sakit saat menelan, batuk kronis hingga suara serak.
1. Dada terasa panas setelah makan
Salah satu gejala yang paling umum adalah sensasi panas atau terbakar di bagian tengah dada, terutama setelah makan.
Keluhan ini dapat semakin terasa ketika seseorang berbaring, membungkuk atau tidur setelah makan. Karena sering dianggap sebagai masuk angin atau maag, gejala tersebut terkadang dibiarkan begitu saja.
2. Rasa asam atau pahit di mulut
Refluks dapat menyebabkan isi lambung naik hingga ke tenggorokan atau mulut. Akibatnya, seseorang dapat merasakan rasa asam atau pahit yang tidak biasa.
Keluhan ini dapat muncul terutama setelah makan atau ketika berbaring.
3. Sering merasa ada makanan naik ke tenggorokan
Gejala lainnya adalah makanan atau cairan dari lambung seperti kembali naik ke bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini dikenal sebagai regurgitasi.
Tidak jarang seseorang mengira kondisi tersebut hanya akibat makan terlalu banyak, padahal jika sering berulang perlu diperhatikan.
4. Batuk yang berlangsung lama
Tidak semua refluks menimbulkan keluhan khas di lambung. Pada sebagian orang, refluks dapat berkaitan dengan keluhan pada tenggorokan dan saluran pernapasan, termasuk batuk kronis.
Karena itu, batuk yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai akibat flu atau alergi tanpa mencari penyebabnya.
5. Suara serak dan tenggorokan terasa mengganjal
Refluks yang mencapai area tenggorokan dapat berkaitan dengan suara serak atau iritasi tenggorokan. Sebagian orang juga merasakan seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.
6. Sulit atau terasa sakit saat menelan
Kesulitan menelan atau rasa sakit ketika menelan merupakan gejala yang tidak sebaiknya diabaikan.
Jika keluhan tersebut terus terjadi, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya karena gangguan menelan juga dapat berkaitan dengan kondisi lain pada saluran pencernaan.
7. Mual dan rasa tidak nyaman di perut bagian atas
Refluks juga dapat disertai mual serta rasa tidak nyaman pada bagian atas perut. Gejala seperti ini kerap dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.
Padahal, jika keluhan berulang atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya diperiksakan.
Mengapa refluks bisa terjadi?
Secara umum, refluks terjadi ketika mekanisme penutup di bagian bawah kerongkongan tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga isi lambung dapat kembali naik ke kerongkongan.
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks, termasuk kelebihan berat badan atau obesitas, kehamilan dan kebiasaan merokok. Makanan tertentu juga dapat memicu keluhan pada sebagian orang.
Kebiasaan yang dapat membantu mengurangi keluhan
Penanganan GERD dapat meliputi perubahan gaya hidup dan obat-obatan sesuai kondisi masing-masing. Menurunkan berat badan bila mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, berhenti merokok, memperhatikan pola makan, serta mengatur posisi tidur dapat membantu mengurangi gejala pada sebagian penderita.
Yang penting, setiap orang dapat memiliki pemicu yang berbeda. Karena itu, mengenali makanan atau kebiasaan yang membuat gejala muncul dapat membantu mengendalikan keluhan.
Jangan menganggap semua nyeri dada sebagai asam lambung
Ini bagian yang sangat penting.
Nyeri dada memang dapat terjadi pada refluks asam lambung, tetapi nyeri dada juga bisa menjadi tanda masalah jantung. Jika nyeri dada terasa berat atau disertai sesak napas, nyeri yang menjalar ke lengan atau rahang, segera cari pertolongan medis darurat.
Selain itu, pemeriksaan dokter perlu dilakukan jika gejala refluks sering muncul, tidak membaik dengan perubahan gaya hidup atau obat bebas, atau terjadi kesulitan menelan, muntah terus-menerus, muntah darah, tinja berwarna hitam, kehilangan berat badan tanpa sebab, maupun kehilangan nafsu makan.
Kesimpulan
Refluks asam lambung bukan hanya soal rasa panas di dada. Batuk berkepanjangan, suara serak, rasa asam di mulut, makanan seperti naik kembali ke tenggorokan, mual hingga kesulitan menelan juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Jika keluhan terjadi berulang atau semakin berat, jangan hanya mengandalkan obat maag sendiri. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan benar disebabkan GERD atau ada kondisi lain yang perlu ditangani.
(Reina)
