ITime.id .SEMARANG – 7September 2026 mMisteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa akhirnya memasuki babak baru. Setelah lebih dari satu tahun tanpa kabar, polisi berhasil mengungkap dugaan pembunuhan terhadap perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang tersebut.
Seorang pria berinisial MDVA (22), yang disebut merupakan teman dekat korban, diamankan polisi di wilayah Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Kamis, 3 September 2026.
Dari pemeriksaan terhadap terduga pelaku, polisi memperoleh petunjuk mengenai lokasi pembuangan jasad korban. Petunjuk itu kemudian mengantarkan penyidik ke sebuah jurang di kawasan Tol Jangli, Kota Semarang.
Di lokasi tersebut, polisi menemukan kerangka manusia yang terbungkus karung. Ciri-ciri pakaian dan kondisi fisik disebut sesuai dengan informasi mengenai Mozza.
Pergi Mengantar Laptop, Mozza Tak Pernah Kembali
Mozza dilaporkan hilang sejak 25 Juni 2025.
Saat itu, korban berpamitan kepada keluarganya untuk mengantarkan temannya mengembalikan sebuah laptop. Namun, setelah pergi dari rumah, Mozza tidak kunjung kembali.
Keluarga yang mulai cemas kemudian berusaha menghubungi sejumlah teman korban. Namun keberadaan Mozza tidak diketahui.
Sehari setelah kepergiannya, salah seorang teman disebut sempat menerima pesan dari Mozza yang menyampaikan bahwa dirinya hendak menuju Yogyakarta. Setelah itu, telepon korban tidak lagi dapat dihubungi.
Pada 28 Juni 2025, keluarga akhirnya melaporkan hilangnya Mozza kepada Polres Semarang.
Jejak Digital Buka Jalan Pengungkapan
Setelah penyelidikan berjalan cukup panjang, polisi mendapatkan petunjuk baru dari jejak komunikasi di media sosial.
Percakapan yang masih tertaut pada perangkat milik keluarga korban menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk menelusuri orang-orang yang terakhir berkomunikasi dengan Mozza.
Penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial MDVA yang diketahui pernah dekat dengan korban.
Polisi mendalami keberadaan pria tersebut, termasuk keterkaitannya dengan sebuah kamar kos di kawasan Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Diduga Dibunuh di Kamar Kos
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menyebut Mozza diduga dibunuh pada 25 Juni 2025 di kamar kos yang ditempati terduga pelaku.
Menurut keterangan awal kepolisian, korban diduga meninggal setelah dicekik.
Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara utuh kronologi, motif, serta rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah korban meninggal.
Ditangkap Saat Berada di Blora
Setelah identitas dan keberadaan terduga pelaku diketahui, polisi bergerak melakukan penangkapan.
MDVA akhirnya diamankan di wilayah Banjarejo, Kabupaten Blora, pada Kamis malam, 3 September 2026.
Menurut keterangan kepolisian setempat, saat diamankan MDVA berada di sekitar lapangan voli Kalitengah, Banjarejo.
Penangkapan tersebut menjadi titik balik dalam kasus yang selama lebih dari setahun menyisakan pertanyaan besar bagi keluarga Mozza.
Pengakuan Terduga Pelaku Mengarah ke Jurang Tol Jangli
Setelah diamankan, terduga pelaku memberikan keterangan mengenai lokasi pembuangan jasad korban.
Polisi kemudian bergerak menuju kawasan Tol Jangli, Tembalang, Kota Semarang.
Di sebuah jurang yang berada di bawah kawasan jalan tol, petugas menemukan kerangka manusia yang berada di dalam karung.
Evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus karena lokasi berada di medan yang cukup terjal.
Kerangka tersebut kemudian dibawa untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Penantian Panjang Keluarga Berakhir Tragis
Selama lebih dari satu tahun, keluarga Mozza terus menunggu kepulangan putrinya.
Harapan untuk menemukan Mozza dalam keadaan selamat akhirnya berubah menjadi kenyataan pahit setelah polisi menemukan jasad yang diduga kuat merupakan dirinya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa laporan orang hilang tidak boleh dianggap sepele. Jejak digital, komunikasi terakhir, serta keterangan orang-orang di sekitar korban dapat menjadi bagian penting dalam mengungkap sebuah perkara.
Kini polisi masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan seluruh rangkaian kejadian yang menyebabkan Mozza meninggal dunia.
Perjalanan panjang pencarian Mozza akhirnya menemukan titik terang. Namun bagi keluarga, titik terang itu datang bersama kenyataan yang sangat berat: orang yang selama ini mereka tunggu untuk kembali ternyata telah tiada.
Polisi masih melakukan proses penyidikan dan terhadap terduga pelaku berlaku asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
(Reina)
