ITime.id .PANGALENGAN — 7 September 2926 .Di balik udara sejuk perkebunan teh Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdiri sebuah bangunan tua yang hingga kini menarik perhatian wisatawan. Rumah tersebut dikenal luas dengan sebutan Rumah Pengabdi Setan, terutama setelah menjadi salah satu lokasi yang berkaitan dengan film horor Pengabdi Setan.
Namun, jauh sebelum dikenal karena kisah mistisnya, bangunan ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan perkebunan teh pada masa kolonial Belanda.
Bangunan tua tersebut disebut telah berdiri sejak 1923. Arsitektur bergaya kolonial yang masih terlihat pada bagian bangunan menjadi salah satu jejak masa lalu Pangalengan yang pernah berkembang sebagai kawasan perkebunan teh.
Pada awalnya, rumah ini bukanlah tempat yang dibangun untuk keperluan wisata ataupun cerita horor. Bangunan tersebut digunakan sebagai rumah dinas bagi pengawas perkebunan teh, yang pada masa itu berkaitan dengan pengelolaan perkebunan yang kemudian berada dalam lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
Seiring perjalanan waktu, fungsi bangunan berubah. Rumah yang dahulu menjadi bagian dari aktivitas perkebunan tersebut kemudian semakin dikenal masyarakat setelah digunakan sebagai salah satu lokasi dalam produksi film Pengabdi Setan.
Popularitas film tersebut ikut membuat rumah tua ini memiliki daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan datang bukan hanya untuk melihat bangunan bersejarah, tetapi juga merasakan suasana yang selama ini lekat dengan cerita misteri.
Jejak Kolonial di Tengah Perkebunan Teh
Keberadaan rumah tua ini menjadi bagian dari lanskap sejarah Pangalengan yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan perkebunan teh.
Bangunan dengan karakter arsitektur kolonial, suasana perkebunan yang berkabut, serta lingkungan yang relatif jauh dari hiruk-pikuk perkotaan membuat kawasan tersebut memiliki nuansa yang khas.
Bagi sebagian pengunjung, rumah itu bukan sekadar lokasi wisata horor. Bangunannya juga menjadi pengingat mengenai sejarah perkebunan teh dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Dari Rumah Dinas Menjadi Destinasi Wisata
Kini, tempat bersejarah tersebut telah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata yang menawarkan pengalaman berbeda.
Pengunjung dapat melihat langsung bangunan tua yang menjadi bagian dari sejarah kawasan perkebunan sekaligus mengenal lokasi yang kemudian populer melalui film Pengabdi Setan.
Cerita-cerita mengenai kejadian misterius yang berkembang di tengah masyarakat juga menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai kisah mengenai penampakan maupun pengalaman mistis pengunjung kerap diperbincangkan.
Meski demikian, cerita-cerita supernatural tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai kisah atau pengalaman yang berkembang di masyarakat, bukan sebagai fakta sejarah yang telah terbukti secara ilmiah.
Justru perpaduan antara sejarah, arsitektur kolonial, suasana perkebunan teh dan popularitas film horor membuat Rumah Pengabdi Setan memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya.
Bukan Sekadar Rumah Horor
Di balik label “rumah pengabdi setan”, terdapat cerita mengenai perjalanan sebuah bangunan yang telah melewati lebih dari satu abad.
Dari rumah dinas pengawas perkebunan teh pada era kolonial, kemudian menjadi bagian dari sejarah perkebunan hingga akhirnya dikenal sebagai lokasi wisata yang ramai dikunjungi, bangunan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah tempat dapat mengalami perubahan makna dari masa ke masa.
Bagi wisatawan, berkunjung ke lokasi ini bukan hanya soal mencari suasana menegangkan. Ada kesempatan untuk melihat lebih dekat jejak sejarah perkebunan teh Pangalengan yang masih bertahan hingga sekarang.
Rumah tua itu seolah menjadi saksi bisu perjalanan zaman—ketika kawasan Pangalengan masih lekat dengan perkebunan teh, hingga akhirnya namanya dikenal luas oleh masyarakat Indonesia melalui industri film horor.
Kini, suasana misterius yang menyelimuti bangunan tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik wisata. Namun di balik semua cerita mistis yang berkembang, sejarah panjang bangunan sejak 1923 menjadi cerita yang tidak kalah menarik untuk ditelusuri.
(Reina)
