ITime.id .JAKARTA — 8 September 2026 .Suasana mencekam dapat dirasakan warga ketika aktivitas gunung api meningkat dan erupsi terjadi. Bukan hanya material vulkanik yang harus diwaspadai, abu vulkanik yang terbawa angin juga dapat menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus. Ketika beterbangan dan terhirup, partikel tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan. Warga dapat mengalami batuk, tenggorokan terasa perih, hidung tidak nyaman hingga iritasi pada mata.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Karena itu, warga yang wilayahnya terkena hujan abu dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Jangan Anggap Sepele Hujan Abu
Hujan abu sering kali terlihat seperti debu biasa. Namun ketika gunung api sedang mengalami erupsi, abu yang jatuh dapat mengotori sumber air, rumah, kendaraan dan lingkungan sekitar.
Masyarakat yang harus keluar rumah dianjurkan menggunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai serta melindungi mata. Rumah juga sebaiknya ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan.
Abu yang menumpuk di atap bangunan juga perlu diperhatikan. Apabila bercampur dengan air, beban abu dapat menjadi lebih berat sehingga masyarakat perlu berhati-hati ketika melakukan pembersihan.
Keselamatan Lebih Penting daripada Kepanikan
Di tengah situasi yang menegangkan, warga diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Informasi mengenai status gunung api, wilayah yang harus dikosongkan, potensi bahaya dan arahan evakuasi harus mengikuti sumber resmi dari PVMBG, BPBD, pemerintah daerah dan instansi terkait.
Warga yang berada di kawasan rawan bencana juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan segera mengikuti instruksi petugas apabila diminta meninggalkan wilayah tempat tinggal.
Erupsi gunung api tidak selalu dapat diprediksi secara pasti oleh masyarakat. Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci. Lindungi pernapasan, jauhi zona bahaya dan jangan abaikan setiap peringatan resmi.
Jangan tunggu sampai kondisi memburuk. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
(Reina)
