Itime.id. Jakarta – Pertemuan bersejarah yang memperkuat hubungan diplomasi berbasis kemasyarakatan (_people-to-people diplomacy_) kembali terukir di Jakarta. Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menggelar audiensi resmi dengan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Dr. Redouane Houssaini. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Kantor Kedutaan Besar Kerajaan Maroko, Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 7 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Redouane Houssaini didampingi langsung oleh Penasihat Komunikasi Kedubes Maroko, Mrs. Tamou Samri. Sementara itu, delegasi PPWI dipimpin langsung oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, yang hadir didampingi Deputi Urusan PPWI International, Abdul Rahman Dabboussi, serta Wakil Sekretaris Jenderal PPWI, Julian Caisar. Pertemuan yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB ini berlangsung dinamis dan menghasilkan serangkaian kesepakatan strategis di bidang publikasi, kebudayaan, dan edukasi publik.
Audiensi intensif tersebut membuahkan hasil konkret yang dituangkan dalam Risalah Pertemuan (_Minutes of Meeting_) PPWi – Kedubes Maroko, tertanggal 7 September 2026. Kedua belah pihak menyepakati sembilan agenda kerja sama utama yang akan direalisasikan dalam kurun waktu mendatang.
1. Resepsi Pers Indonesia: Kedubes Maroko mengundang jajaran insan pers Indonesia dalam acara _Indonesian Press Reception__ bersama Dubes Maroko untuk Indonesia yang akan diselenggarakan di kediaman resmi Duta Besar Maroko, Jalan Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 29 September 2026.
2. Talkshow Bipolar Otonomi Khusus: Penyelenggaraan diskusi publik bertajuk _”Special Autonomy: Perspectives of Two Muslim Countries, Indonesia and Morocco”_, yang akan membedah komparasi dan pengalaman pelaksanaan otonomi khusus di kedua negara sahabat.
3. Apresiasi Media Partner: Pemberian Penghargaan (_Letters of Appreciation_) kepada media-media mitra yang selama ini konsisten mendukung pemberitaan dan kegiatan diplomasi Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Indonesia.
4. Quarterly Press Briefing: Pelaksanaan taklimat media berkala setiap tiga bulan sekali bersama Duta Besar Maroko. Program ini akan dimulai perdana pada minggu keempat Oktober 2026 di Kantor Kedubes Maroko, Jakarta.
5. Pekan Kebudayaan “Moroccan Week”: Gelaran festival budaya dan informasi bertajuk _Moroccan Week_ yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai 31 Oktober hingga 6 November 2026 di Jakarta.
6. Kunjungan Pers Indonesia ke Maroko: Program _Press Visit_ yang memberangkatkan empat jurnalis Indonesia terpilih untuk meliput secara langsung perkembangan pembangunan, sosial, dan budaya di Kerajaan Maroko yang direncanakan berlangsung pada minggu keempat Desember 2026.
7. Program “Ambassador Visit2Campus”: Inisiatif kuliah umum di berbagai perguruan tinggi Indonesia dengan menghadirkan Dubes Redouane Houssaini sebagai pembicara utama, mengusung tema refleksi sejarah, masa kini, dan masa depan hubungan bilateral Indonesia-Maroko.
8. Publikasi Berkelanjutan: Komitmen publikasi secara berkala dan masif terkait kegiatan serta kebijakan Pemerintah Kerajaan Maroko melalui jaringan media yang tergabung dalam PPWI Media Group.
9. Kemitraan Jurnalis Lintas Negara: Penyelenggaraan kegiatan bersama antara jurnalis Indonesia dan Maroko guna mempererat jalinan silaturahmi serta pemahaman lintas budaya (_people-to-people ties_).
Usai pertemuan, Wilson Lalengke dan Dubes Redouane Houssaini menyampaikan pernyataan bersama (_joint statement_) kepada awak media. Kedua tokoh tersebut saling menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas terwujudnya dialog konstruktif ini.
Wilson Lalengke menegaskan bahwa PPWI sebagai organisasi wadah pewarta warga terbesar di Indonesia dan memiliki perwakilan di puluhan negara sahabat di luar negeri siap menjadi jembatan informasi yang objektif dan edukatif bagi publik Indonesia mengenai Kerajaan Maroko. “Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan media, melainkan manifestasi nyata dari diplomasi publik yang melibatkan peran aktif masyarakat sipil. Kami optimis bahwa kolaborasi ini akan semakin mempererat ikatan persaudaraan antara rakyat Indonesia dan rakyat Maroko,” ujar Wilson Lalengke.
Sementara itu, Dubes Redouane Houssaini menyambut hangat inisiatif strategis yang dibawa oleh PPWI. Menurutnya, peran media dan jurnalis warga sangat krusial dalam membangun pemahaman yang tepat serta memperkuat fondasi kerja sama kedua negara yang telah terjalin harmonis sejak era Presiden Soekarno dan Raja Maroko, King Mohammed V.
Kesepakatan bersejarah di Jakarta ini menjadi pijakan baru bagi PPWI dan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko untuk terus mengelorakan semangat persahabatan antarbangsa, mengedepankan transparansi informasi, serta memperkokoh kemitraan strategis di panggung internasional.
(TIM/Red)
