ITime.id .Madiun – 13 September 2026 .Kebakaran melanda area tanaman tebu Gajah Mada di Jalan Menak Kuncir, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Minggu (13/9/2026) sore. Babinsa Posramil 0803/18, Sertu Deden dan Kopka Jumin, bersama Bhabinkamtibmas, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Madiun, serta masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.45 WIB setelah seorang warga bernama Ahmad melihat kobaran api di area perkebunan tebu tersebut. Lokasi kejadian berada pada koordinat -7.619628, 111.508921.
Mendapat informasi kebakaran, Babinsa Posramil 0803/18 bersama unsur terkait dan masyarakat segera melakukan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan secara bersama-sama guna mengendalikan api yang membakar tanaman tebu di lokasi.
Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, api berhasil dipadamkan pada pukul 17.50 WIB. Area tanaman tebu yang terdampak kebakaran diperkirakan seluas sekitar 350 meter persegi.
Babinsa Posramil 0803/18, Sertu Deden, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat beraktivitas di sekitar lahan pertanian dan perkebunan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di dekat lahan kering. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau petugas pemadam kebakaran agar dapat segera ditangani dan tidak meluas,” imbau Sertu Deden.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lahan, terutama pada musim kemarau ketika tanaman dan rerumputan mudah terbakar.
Kegiatan pemadaman tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi TNI bersama unsur terkait serta masyarakat dalam menangani kebakaran lahan. Selain membantu mengatasi kebakaran, upaya tersebut juga bertujuan mencegah api merambat ke area perkebunan di sekitarnya.
Dengan berhasil dipadamkannya api, penanganan kebakaran di area tanaman tebu Gajah Mada dapat dilakukan dengan baik. Sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keamanan lingkungan serta mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran
(Ipung)
