ITime.id .SEMARANG –13 September 2026 . Kota Semarang menjelma menjadi panggung kebinekaan Indonesia saat 38 kafilah provinsi dari seluruh Nusantara mengikuti Pawai Ta’aruf sebagai pembuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Pawai yang berlangsung meriah tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dari depan Balai Kota Semarang. Rombongan kemudian bergerak menuju garis finis di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Ribuan warga turut menyaksikan iring-iringan kendaraan hias dan peserta yang mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana semakin semarak dengan hadirnya berbagai atraksi budaya yang menggambarkan keberagaman Nusantara.
Sejumlah penampilan menarik ikut mewarnai pawai, mulai dari pengantin adat Aceh, Cenderawasih Papua, hingga replika mobil hias Laksamana Cheng Ho. Kemeriahan juga diperkuat penampilan sekitar 100 personel marching band serta 62 penampil hadrah dari Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Simbol Persatuan, Toleransi, dan Kebinekaan
Pawai Ta’aruf tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga membawa pesan persatuan dan kerukunan antarumat beragama.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan para peserta dari berbagai daerah untuk saling mengenal, menyapa, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Pawai Ta’aruf ini simbol syiar untuk saling mengenal. Kita ingin menunjukkan karakter Semarang sebagai tuan rumah yang inklusif, damai, dan penuh toleransi,” ujar Agustina Wilujeng di Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Semangat kebinekaan juga terlihat dari kehadiran barisan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang dalam pawai tersebut.
Menariknya, semangat inklusivitas turut terlihat dari antusiasme sekolah-sekolah berbasis keagamaan non-Muslim yang ikut mempelajari Mars MTQ Nasional.
Hal tersebut menjadi gambaran bahwa MTQ Nasional bukan semata-mata menjadi ajang perlombaan seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, serta semangat kebangsaan.
Dengan hadirnya 38 kafilah dari berbagai provinsi, Pawai Ta’aruf MTQ Nasional ke-31 di Semarang sekaligus memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam namun tetap berada dalam satu ikatan persatuan.
Semarang pun tidak hanya menjadi tuan rumah sebuah perhelatan keagamaan berskala nasional, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai budaya, tradisi, dan masyarakat dalam semangat kebersamaan.
(Reina)
