ITime.id .GUNUNGKIDUL – 29 September 2026.Air bersih yang biasanya menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari, kini terasa begitu berharga bagi sebagian masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Musim kemarau panjang membuat sejumlah wilayah mengalami keterbatasan sumber air. Warga harus menghemat persediaan yang ada, sementara pasokan air perpipaan belum selalu mengalir secara rutin.
Di Padukuhan Gangsalan Kidul, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo, misalnya, warga menghadapi keterbatasan aliran PDAM. Air dilaporkan hanya mengalir sekitar satu kali dalam sepekan, biasanya pada malam hari.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Air yang tersedia diprioritaskan untuk kebutuhan paling mendasar, seperti minum, memasak, mandi dan keperluan rumah tangga.
Di tengah situasi tersebut, kepedulian berbagai pihak mulai menjadi penopang bagi masyarakat. Pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha hingga TNI-Polri bergotong royong mendistribusikan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Hingga 28 September 2026, Pemkab Gunungkidul telah menyalurkan sekitar 3,49 juta liter air bersih atau setara 698 tangki kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Dukungan juga datang dari Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat (Perbarindo) DIY yang menyalurkan 200 tangki air bersih. Sementara Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) sebelumnya juga melepas bantuan sebanyak 500 tangki air bersih untuk membantu masyarakat.
Polres Gunungkidul turut mengambil bagian dengan menyalurkan 10 tangki air bersih kepada warga Gangsalan Kidul, Girisubo.
Bagi masyarakat yang sedang menghadapi kekeringan, kedatangan satu tangki air memiliki arti yang besar. Air tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi menjadi persediaan yang harus digunakan sehemat mungkin sampai bantuan berikutnya datang atau pasokan kembali normal.
Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya menyangkut berkurangnya sumber air, tetapi juga menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah penting dalam kondisi darurat. Namun, penanganan jangka panjang juga diperlukan agar masyarakat memiliki akses air yang lebih aman dan berkelanjutan.
Pemkab Gunungkidul terus mendorong perluasan jaringan air bersih serta program Sambungan Rumah (SR) Bersubsidi PDAM Tirta Handayani sebagai bagian dari upaya memperkuat akses air bagi masyarakat.
Di tengah panasnya musim kemarau, semangat gotong royong menjadi harapan. Ketika sumber air semakin terbatas, kepedulian dari pemerintah dan berbagai elemen masyarakat membantu memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Gunungkidul sedang menghadapi kemarau, tetapi kepedulian tidak boleh ikut mengering.
(Reina)
