ITIME.id .JAKARTA —9 Oktober 2026 . Pemerintah terus mendorong peningkatan prestasi olahraga nasional melalui penguatan kesejahteraan atlet. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet peraih medali Asian Games dan Olimpiade, sekaligus menyiapkan skema dana pensiun serta beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melakukan penghitungan secara akurat terkait kebutuhan tambahan bonus tersebut.
“Pak Menpora perlu menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games dan Olimpiade,” ujar Sugiono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan saat Sugiono menerima audiensi Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas perkembangan berbagai agenda pembangunan olahraga nasional, mulai dari peningkatan prestasi dan pembinaan atlet, kesejahteraan, pembangunan infrastruktur olahraga, hingga persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Menurut Sugiono, penghitungan kebutuhan tambahan bonus diperlukan agar penghargaan terhadap prestasi atlet dapat diberikan secara tepat.
Pemerintah Siapkan Dana Pensiun Atlet
Selain bonus, pemerintah juga menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet berprestasi, khususnya peraih medali emas Olimpiade. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan kesejahteraan atlet setelah masa aktif berprestasi.
Langkah ini menjadi bagian dari perhatian terhadap masa depan atlet, sehingga penghargaan tidak hanya diberikan ketika mereka meraih prestasi, tetapi juga melalui dukungan setelah menjalani karier olahraga.
Di bidang pendidikan, Kemenpora bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan 100 beasiswa melalui skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi atlet berprestasi untuk menempuh pendidikan di universitas ternama.
Pemerintah juga merencanakan tambahan 100 beasiswa untuk pendidikan di dalam negeri. Selain itu, pengembangan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Latihan Tim Nasional turut disiapkan guna memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Regulasi Olahraga Disederhanakan
Penguatan ekosistem olahraga nasional juga dilakukan melalui penyederhanaan regulasi. Kemenpora merencanakan penyederhanaan 191 Peraturan Menteri menjadi empat regulasi.
Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga, sekaligus mendukung pengembangan organisasi, pembinaan, dan kompetisi olahraga nasional.
Pembangunan olahraga juga diarahkan agar tidak hanya berfokus pada kesehatan masyarakat, pembentukan karakter, dan pencapaian prestasi, tetapi turut mendorong pertumbuhan industri olahraga, pariwisata, serta perekonomian.
Untuk mendukung arah tersebut, Kemenpora telah melakukan koordinasi terkait pengembangan investasi olahraga dan optimalisasi aset melalui Badan Layanan Umum (BLU) Inasport.
Persiapan PON XXII 2028 dan Pembinaan Atlet
Sementara itu, persiapan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 terus dilakukan. Pemerintah menargetkan penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut dapat berjalan efektif dan efisien, sekaligus menjadi ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.
Dalam penguatan pembinaan, Menpora Erick Thohir juga menyoroti pentingnya regulasi yang mewadahi 21 cabang olahraga Olimpiade sebagai cabang olahraga andalan nasional.
Regulasi tersebut diharapkan dapat memperjelas arah pembinaan dan pengembangan atlet, termasuk dalam menghadapi SEA Games 2027 serta Olimpiade 2032.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya membangun ekosistem olahraga yang lebih terarah, mulai dari pembinaan dan penghargaan atas prestasi hingga pendidikan serta jaminan kesejahteraan atlet pada masa depan.
Keberhasilan program-program tersebut nantinya akan bergantung pada pelaksanaan kebijakan, kejelasan mekanisme, serta dukungan berkelanjutan agar atlet Indonesia dapat berkembang dan mengharumkan nama bangsa di tingkat regional maupun internasional.
(Reina)
