iTime.id — Kuningan 26 Oktober 2026 .Kepemimpinan tidak selalu cukup ditunjukkan melalui instruksi dari balik meja. Di tengah ancaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lapangan, memantau sekaligus ikut membantu upaya pemadaman bersama personel gabungan, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.
Aksi Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut menjadi perhatian di media sosial. Kehadirannya di tengah medan yang sulit menggambarkan pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan persoalan masyarakat, sekaligus menguatkan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/10/2026), Dedi Mulyadi mendatangi kawasan Gunung Ciremai untuk memantau dan membantu penanganan kebakaran. Ia turut mendorong warga serta komunitas setempat bekerja bersama membuat sekat bakar, sebagai langkah untuk menghambat perambatan api menuju kawasan vegetasi yang lebih rapat.
Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Masyarakat Peduli Api, TNI-Polri, Satpol PP, Damkar Kabupaten Kuningan, relawan komunitas pecinta alam, serta warga lokal.
Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bukti bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama, koordinasi yang baik, serta kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Medan Berat Tak Menyurutkan Upaya Pemadaman
Upaya memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai bukan pekerjaan mudah. Medan terjal, berbukit dan berbatu, jauhnya sumber air, serta angin kencang yang berubah arah menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.
Selain melakukan pemadaman secara langsung di lokasi yang dapat dijangkau, petugas juga membuat sekat bakar, menyisir area terdampak, serta melakukan pemadaman sisa bara untuk mencegah api kembali menyala.
Dedi Mulyadi juga mendorong langkah penanganan tambahan, termasuk koordinasi untuk pengerahan helikopter dengan metode water bombing, yakni pemadaman menggunakan siraman air dari udara.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menyampaikan skema honor Rp250.000 per orang per hari bagi warga yang terlibat dalam pekerjaan pemadaman dan pembuatan sekat bakar sesuai ketentuan pelaksanaan di lapangan.
Kerja Nyata dan Kepedulian terhadap Lingkungan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari popularitas atau ramainya pemberitaan, melainkan juga dari kesungguhan dalam merespons persoalan masyarakat, membangun koordinasi, serta memastikan penanganan berjalan dengan baik.
Keterlibatan TNI, Polri, petugas kebencanaan, relawan, dan warga memperlihatkan bahwa semangat kemanusiaan dapat menyatukan berbagai unsur untuk tujuan yang sama, yaitu melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Meski sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan, penanganan kebakaran belum dapat serta-merta dinyatakan selesai seluruhnya. Petugas masih melakukan pemantauan, pendinginan, serta upaya pencegahan agar kobaran api tidak kembali muncul maupun meluas.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak membakar ilalang, sampah, ataupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi vegetasi kering dan cuaca terik.
Hutan Gunung Ciremai bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan bagian penting dari ekosistem, sumber kehidupan, dan penyangga lingkungan bagi masyarakat di sekitarnya.
Dari Gunung Ciremai, satu pesan penting kembali mengemuka: ketika pemimpin, aparat, relawan, dan masyarakat bergerak bersama, harapan untuk melindungi alam dan kehidupan akan menjadi semakin kuat.
iTime.id — Satu Pena, Satu Kepedulian untuk Negeri.
(Reina)
