ITIME.id JEMBER – 3 November 2026 .Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memicu longsor dan pengikisan tanah di sekitar jalur rel kereta api pada petak jalan antara Ledokombo–Sempolan, Senin (2/11/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya perjalanan sejumlah kereta api yang melintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Material tanah yang tergerus akibat luapan air membuat struktur penyangga jalur rel perlu mendapatkan penanganan khusus sebelum dinyatakan aman untuk dilalui.
Gangguan ditemukan petugas sekitar pukul 06.00 WIB di KM 10+0/1. Menyikapi kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember segera menerapkan prosedur keselamatan dengan memasang Semboyan 3 sebagai tanda jalur dalam kondisi bahaya dan tidak boleh dilalui sementara.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kereta menjadi prioritas utama. Tim teknis kemudian melakukan penanganan, termasuk pembersihan material, penguatan tebing, penambahan ballast, serta pemasangan tanggul penahan tanah.
Akibat gangguan tersebut, lima perjalanan kereta api terdampak, yakni KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang, KA Pandanwangi relasi Ketapang–Jember, KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang, KA Logawa relasi Jember–Purwokerto, dan KA Sritanjung relasi Ketapang–Lempuyangan.
Beberapa perjalanan mengalami keterlambatan cukup panjang. KA Tawangalun dilaporkan terlambat hingga 269 menit, KA Sritanjung 184 menit, sedangkan KA Logawa mengalami keterlambatan hingga 213 menit di sejumlah stasiun tujuan.
KAI juga melakukan penyesuaian pola operasi. Sebagian perjalanan dibatalkan, sementara penumpang KA Tawangalun mendapatkan pengalihan transportasi menggunakan bus dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Kalisat untuk melanjutkan perjalanan.
Jalur Kembali Dibuka dengan Pembatasan Kecepatan
Setelah dilakukan penanganan darurat dan pemeriksaan teknis, jalur terdampak dilaporkan dapat kembali dilalui mulai pukul 10.07 WIB dengan pembatasan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi tanah dan prasarana rel benar-benar aman bagi perjalanan kereta api.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan di sekitar jalur transportasi membutuhkan perhatian serius. Pemeriksaan berkala serta kesiapsiagaan petugas sangat diperlukan guna mengantisipasi potensi gangguan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan dan perubahan jadwal perjalanan yang terjadi. Masyarakat yang akan menggunakan jasa kereta api diimbau untuk terus memantau informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI maupun Contact Center 121.
Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Kelancaran perjalanan kereta api penting, tetapi tidak boleh mengesampingkan keamanan penumpang dan seluruh petugas.
Sumber: Informasi KAI Daop 9 Jember dan pemberitaan ANTARA.
iTime.id – Salam Satu Pena. (REINA)
