Itim portal. SEMARANG, 22 MEI 2026 – Semangat gotong royong luar biasa tanpa sekat wilayah ditunjukkan oleh warga RW 05 Kampung Candisewu, Kelurahan Bambankerep. Dalam rangka menyambut perlombaan berkala Lomba Tata Laksana Rumah Tangga yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Ngaliyan pada Jumat (22/5), tiga wilayah RT saling berkolaborasi memadukan potensi terbaik mereka demi menjaga nama baik Kelurahan Bambankerep.
Untuk menguji kesiapan program di lapangan, TP PKK Kecamatan Ngaliyan menerjunkan formasi lengkap empat srikandi tim penilai. Tim juri tersebut terdiri atas Ibu Yuni Pujiastuti, Ibu Sri Rejeki, Ibu Sri Mulyani, serta ibu Mulad Utami. Kehadiran tim verifikasi disambut hangat oleh segenap pengurus dan kader lingkungan yang telah menyiapkan ekosistem lingkungan sehat secara terintegrasi.
Dalam sesi wawancara khusus di lokasi penilaian, perwakilan dewan juri, Ibu Yuni Pujiastuti, menerangkan secara komprehensif mengenai peta acuan evaluasi dalam kompetisi ini. Beliau menegaskan bahwa Lomba Tata Laksana Rumah Tangga ini merupakan program strategis berskala makro dari TP PKK Kecamatan Ngaliyan untuk mengukur ketahanan wilayah dari unit terkecil. Adapun indikator pemenuhan poin yang wajib dipenuhi mencakup enam pilar utama, yaitu Rumah Sehat, Taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga), KWT (Kelompok Wanita Tangguh), Bank Sampah, Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Menjawab tantangan kompleksitas penilaian tersebut, warga RW 05 Kelurahan Bambankerep menyikapinya dengan membagi peran secara adil dan seimbang di tiga titik wilayah RT, sehingga seluruh indikator berhasil ditampilkan secara paripurna:
1.RT 01 RW 05 (Pilar Rumah Sehat & PHBS): Menampilkan tata kelola hunian dengan tata sanitasi prima, optimalisasi sirkulasi udara bersih, pencahayaan alami yang memadai, serta potret kedisiplinan warga dalam menerapkan perilaku hidup bersih harian.
2 RT 05 RW 05 (Pilar Taman TOGA & KWT): Menunjukkan pemanfaatan lahan pekarangan produktif yang rimbun oleh tanaman obat, ditopang oleh kreativitas para kader Kelompok Wanita Tangguh dalam memperkuat ketahanan pangan domestik.
3.RT 03 RW 05 (Pilar Bank Sampah & LBS): Menyajikan manajemen kebersihan lingkungan melalui pemilahan dua jenis tong sampah di tiap rumah, pengolahan sampah residu, hingga inovasi teknologi tepat guna ramah lingkungan.
Integrasi yang sangat proporsional ini memantik kekaguman mendalam dari para dewan juri. Titik perhatian tim penilai tersebar merata di seluruh wilayah. Di RT 01, juri memuji standardisasi Rumah Sehat yang konsisten diterapkan warga. Bergeser ke RT 05, juri disuguhi hamparan Taman TOGA yang tertata rapi serta dinamika kelompok perempuan KWT yang sangat aktif dan produktif.
Kekaguman juri semakin lengkap saat meninjau RT 03 yang menyajikan tata kelola sampah berbasis prinsip zero waste. Di wilayah ini, setiap rumah telah dilengkapi tong sampah organik dan anorganik secara mandiri yang terhubung dengan Bank Sampah lokal. Sampah residu domestik pun berhasil diolah menjadi aneka produk pupuk bernilai guna tinggi, meliputi Pupuk Organik Cair (POC), pupuk Jamur Keberuntungan Abadi (Jakaba) untuk stimulasi kesuburan tanaman, pupuk kohe (kotoran hewan), cairan multifungsi eco-enzyme, hingga aneka kerajinan tangan estetik berbahan dasar limbah daur ulang.
Tak hanya itu, dewan juri juga disuguhkan demonstrasi kompor minyak goreng bekas atau kompor jelantah. Saat dikonfirmasi oleh juri mengenai teknologi tersebut, Bapak Bambang Wilis, selaku warga RT 03 sekaligus pengurus Sie Lingkungan Hidup, menguraikan aspek teknis inovasi tersebut secara terperinci.
“Kompor minyak jelantah ini merupakan terobosan alternatif hemat energi yang memanfaatkan limbah dapur rumah tangga sebagai bahan bakar memasak. Kompor ini mengadopsi sistem pembakaran khusus dengan suplai mekanis dari adaptor dan blower listrik untuk memproduksi api biru yang stabil serta minim emisi asap. Cara kerjanya diawali dari penampungan minyak sisa di tangki khusus yang dialirkan ke tungku melalui katup keran. Pembakaran awal dipicu menggunakan media tisu berpelumas minyak, kemudian blower diaktifkan untuk menyalurkan suplai oksigen secara konstan. Hasil akhirnya adalah api yang stabil, ramah lingkungan, dan sangat memangkas pengeluaran harian warga,” terang Bapak Bambang Wilis.
Apresiasi setinggi-tingginya pun mengalir dari jajaran tim penilai atas pemerataan potensi yang ditunjukkan. Melalui kolaborasi antar-RT yang solid, seimbang, dan saling mengisi ini, Kelurahan Bambankerep tidak sekadar mengejar status juara, melainkan telah berhasil meletakkan fondasi kampung mandiri dan berkelanjutan yang nyata, sekaligus optimis mampu mengamankan hasil terbaik dalam ajang tingkat Kecamatan Ngaliyan tahun 2026.
Pewarta : Nandang Bramantyo
