Itime.id. TANJUNG UBAN, KEPRI, PANTEKOSTA POS, WARTAWAN Yuni Winata – Semangat pengabdian kepada Tuhan terpancar dari dua sosok hamba Tuhan muda, Frangky P dan Reza Conway Nussy, SH, yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Sekolah Alkitab GPdI Kepulauan Riau (SA GPdI Kepri). Keduanya merupakan putra dari tokoh-tokoh senior Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Kota Tanjung Pinang yang telah lama dikenal setia melayani pekerjaan Tuhan.
Usai mengikuti acara Penamatan dan Pengutusan Siswa Tahun Pelajaran 2025–2026 pada 2 Juli 2026 di Tanjung Uban, Frangky P dan Reza Conway Nussy, SH menyampaikan komitmen mereka kepada Pantekosta Pos untuk mengabdikan hidup sepenuhnya dalam pelayanan kepada Tuhan.
Frangky P mengatakan bahwa pendidikan di Sekolah Alkitab telah semakin meneguhkan panggilan hidupnya untuk melayani. Menurutnya, pelayanan bukan sekadar tugas, tetapi merupakan panggilan ilahi yang harus dijalani dengan kesetiaan, kerendahan hati, dan pengorbanan hingga akhir hayat.
Sementara itu, Reza Conway Nussy, SH menegaskan bahwa dirinya siap melanjutkan estafet pelayanan yang telah diwariskan oleh orang tua mereka sebagai hamba Tuhan. Ia menyatakan bahwa pembinaan selama menempuh pendidikan telah memperkuat karakter, spiritualitas, dan komitmennya untuk melayani jemaat serta memberitakan Injil.
Dengan penuh keyakinan, keduanya menyampaikan sebuah pernyataan yang menggambarkan kecintaan mereka terhadap Gereja Pantekosta di Indonesia.
“Kami akan membaktikan pelayanan untuk Tuhan sampai akhir hidup. Sekali GPdI, tetap GPdI,” ujar mereka dengan penuh semangat.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari para hamba Tuhan dan peserta yang hadir dalam acara penamatan. Kehadiran generasi muda yang siap melayani dipandang sebagai harapan bagi keberlangsungan pelayanan GPdI di masa mendatang.
Melalui pendidikan di Sekolah Alkitab GPdI Kepulauan Riau, Frangky P dan Reza Conway Nussy, SH diharapkan menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang setia, memiliki integritas, serta mampu membawa banyak jiwa datang kepada Kristus. Semangat mereka menjadi inspirasi bahwa panggilan pelayanan adalah sebuah kehormatan yang layak diperjuangkan seumur hidup, demi kemuliaan Tuhan dan kemajuan pelayanan Gereja Pantekosta di Indonesia.
(tim)
