ITime. Id. Boyolali – 14Juli 2026 .Di tengah pesatnya perkembangan Kota Boyolali, masih berdiri sebuah bangunan tua yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah daerah ini. Bangunan tersebut dikenal masyarakat sebagai Umah Leo atau Ndalem Pranasastran, sebuah rumah bergaya Indis peninggalan masa kolonial Belanda yang menyimpan kisah menarik tentang keluarga priyayi di Boyolali.
Rumah bersejarah yang berada di kawasan Jalan Merbabu ini memiliki arsitektur khas perpaduan gaya Jawa dan Eropa. Halaman yang luas, pilar-pilar kokoh, serta ornamen klasik menjadikan bangunan tersebut memiliki nilai historis sekaligus estetika yang tinggi. Nama “Umah Leo” sendiri muncul dari patung singa (leo) yang menghiasi halaman rumah, sehingga masyarakat lebih akrab menyebutnya dengan nama tersebut daripada nama aslinya, Ndalem Pranasastran.
Menurut catatan sejarah dan penuturan keluarga, rumah ini merupakan kediaman Raden Ngabehi Pranasastra, seorang tokoh priyayi pada masa kolonial. Sejumlah sumber menyebut Pranasastra merupakan anak angkat KRMT Sutonagoro, bupati pertama Kabupaten Boyolali pada era pemerintahan kolonial Belanda. Meski demikian, Pranasastra sendiri bukanlah seorang bupati, melainkan tokoh terpandang yang memiliki kedudukan penting di lingkungan pemerintahan dan masyarakat pada zamannya.
Seiring perjalanan waktu, kepemilikan rumah sempat berpindah tangan kepada keturunannya sebelum akhirnya kembali dimiliki keluarga ahli waris. Hingga kini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh sebagai vila keluarga, dengan berbagai peninggalan seperti foto-foto lama dan beberapa bagian bangunan asli yang tetap dipertahankan sebagai pengingat sejarah.
Keberadaan Umah Leo menjadi bukti bahwa Boyolali tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris dan sentra peternakan, tetapi juga memiliki warisan budaya dan sejarah yang patut dijaga. Bangunan ini menjadi salah satu jejak penting perkembangan Kota Boyolali pada masa kolonial, sekaligus mengingatkan generasi muda akan perjalanan panjang terbentuknya kabupaten tersebut.
Pelestarian bangunan cagar budaya seperti Umah Leo diharapkan dapat terus dilakukan. Selain menjadi identitas sejarah daerah, bangunan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi yang mengenalkan masyarakat pada kisah para tokoh dan perkembangan Boyolali dari masa ke masa.
Dengan nilai sejarah yang dimilikinya, Umah Leo atau Ndalem Pranasastran menjadi salah satu permata warisan budaya Boyolali yang layak dikenal lebih luas dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(Reina)
