iTime.id –31Juli 2026 . Aktivitas hiking atau mendaki gunung menjadi hobi yang semakin digemari berbagai kalangan. Namun, di balik keindahan alam pegunungan, terdapat risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh, salah satunya adalah hipotermia.
Hipotermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius akibat paparan udara dingin dalam waktu lama. Kondisi ini sering terjadi pada pendaki yang kurang mempersiapkan perlengkapan, terkena hujan, atau kelelahan selama perjalanan.
Saat suhu tubuh terus menurun, organ-organ vital tidak dapat bekerja secara normal. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan hilangnya kesadaran hingga mengancam nyawa.
Gejala Hipotermia
Pendaki perlu mengenali tanda-tanda awal hipotermia agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:
- Tubuh menggigil hebat.
- Tangan dan kaki terasa sangat dingin atau mati rasa.
- Bibir dan ujung jari membiru.
- Sulit berbicara atau bicara menjadi tidak jelas.
- Tubuh lemas dan kehilangan koordinasi.
- Mengantuk berlebihan hingga penurunan kesadaran.
- Denyut nadi dan napas melambat.
Apabila korban sudah berhenti menggigil tetapi tubuh masih terasa sangat dingin, kondisi tersebut justru bisa menandakan hipotermia semakin berat dan membutuhkan pertolongan segera.
Cara Mencegah Hipotermia Saat Hiking
Risiko hipotermia dapat dikurangi dengan persiapan yang matang sebelum mendaki. Berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
- Gunakan pakaian berlapis yang mampu menahan panas tubuh.
- Kenakan jaket tahan angin dan tahan air.
- Hindari pakaian berbahan katun karena mudah menyerap air.
- Bawa pakaian cadangan yang tetap kering.
- Konsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup.
- Jangan memaksakan diri saat tubuh mulai kelelahan.
- Segera cari tempat berteduh jika hujan atau cuaca memburuk.
Pertolongan Pertama
Jika menemukan pendaki yang mengalami hipotermia, segera pindahkan ke tempat yang lebih hangat, lepaskan pakaian basah dan ganti dengan pakaian kering. Selimuti korban menggunakan sleeping bag atau selimut hangat, berikan minuman hangat jika korban masih sadar, dan segera hubungi tim penyelamat atau petugas medis apabila kondisinya memburuk.
Hipotermia merupakan kondisi darurat yang dapat dicegah dengan persiapan yang baik. Karena itu, setiap pendaki disarankan selalu memperhatikan kondisi cuaca, membawa perlengkapan yang memadai, serta tidak mengabaikan tanda-tanda awal penurunan suhu tubuh demi keselamatan selama berada di alam bebas.
(Reina)
