ITIME.ID –Malang 14 September 2026 .Kisah inspiratif datang dari dua saudari kembar, Dr. Durinda Puspasari, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Durinta Puspasari, S.Pd., M.Pd. Keduanya berhasil menyelesaikan pendidikan doktor secara bersamaan di Program Doktor Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (UM).
Keduanya dinyatakan menyelesaikan studi pada 22 Juni 2026. Prestasi tersebut menjadi semakin menarik karena kedua saudari kembar itu menempuh perjalanan pendidikan yang hampir sama, mulai dari jenjang sarjana hingga program doktor.
Lahir dan tumbuh di Kota Malang, Durinda dan Durinta kini sama-sama mengabdikan ilmunya sebagai dosen pada Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Menariknya, meskipun menempuh pendidikan doktor secara bersamaan, keduanya tidak menjadikan hubungan sebagai saudara kembar sebagai persaingan. Sebaliknya, mereka justru saling memberikan dukungan, bertukar gagasan, serta menjadi teman berdiskusi selama menghadapi berbagai tahapan perkuliahan dan penyusunan disertasi.
Dr. Durinda melakukan penelitian mengenai perilaku belajar mahasiswa di era digital. Penelitiannya menyoroti sejumlah faktor, seperti literasi digital, motivasi belajar, pengaruh lingkungan sosial, serta keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya.
Sementara itu, Dr. Durinta mengambil fokus penelitian mengenai intensi atau minat berwirausaha mahasiswa. Penelitiannya turut mengangkat peran literasi digital dalam membentuk jiwa kewirausahaan generasi muda.
Perjalanan meraih gelar doktor tentu bukan hal mudah. Keduanya harus membagi waktu antara menjalankan tugas sebagai dosen, melakukan penelitian, menyelesaikan disertasi, serta menghadapi berbagai tanggung jawab lainnya.
Namun, hubungan sebagai saudari kembar justru menjadi sumber kekuatan. Keduanya dapat saling menyemangati ketika menghadapi kesulitan akademik.
Bagi Durinda dan Durinta, gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi yang lebih luas melalui ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Kisah dua saudari kembar ini menjadi inspirasi bahwa kesuksesan dapat diraih melalui ketekunan, kedisiplinan, dukungan keluarga, serta semangat untuk terus belajar. Prestasi mereka sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan pendidikan dapat menjadi lebih bermakna ketika ilmu yang diperoleh nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Reina)
