ITime. Id. YOGYAKARTA – 1Agustus 2026 .Aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah hingga hari ini masih berada pada Status Level III (Siaga). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas erupsi efusif masih berlangsung sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, Gunung Merapi masih memperlihatkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava pijar ke sektor barat daya, terutama mengarah ke hulu Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Selain itu, aktivitas kegempaan vulkanik juga masih terekam, menandakan suplai magma ke permukaan masih berlangsung.
BPPTKG menegaskan bahwa potensi terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran masih tetap ada. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana yang telah ditetapkan, terutama pada alur sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Secara visual, kondisi gunung umumnya tampak jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak selalu teramati karena dipengaruhi kondisi cuaca, sementara aktivitas guguran lava masih terjadi dengan jarak luncur mencapai sekitar dua kilometer ke arah barat daya.
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi banjir lahar, khususnya apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak Merapi. Material vulkanik yang masih banyak tersimpan di lereng gunung berpotensi terbawa aliran sungai saat hujan.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan pemantauan selama 24 jam. Warga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan resmi yang disampaikan BPPTKG serta pemerintah setempat.
Hingga saat ini, belum ada perubahan status aktivitas Gunung Merapi. Status Level III (Siaga) masih diberlakukan, dengan rekomendasi agar masyarakat tidak beraktivitas di zona potensi bahaya yang telah ditentukan oleh BPPTKG.
