ITime.id .JAKARTA – 10 Agustus 2026 .Pemerintah terus memperkuat program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Program pendidikan berbasis asrama ini diarahkan tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, dan keterampilan peserta didik.
Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program tersebut memiliki landasan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Penguatan program dilakukan secara bertahap, mulai dari penambahan satuan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga pemenuhan sarana dan prasarana. Pada April 2026, Kemensos bahkan menggelar pelatihan manajemen pembelajaran yang diikuti 332 peserta dari 166 Sekolah Rakyat untuk memperkuat profesionalisme kepala sekolah dan guru.
Menjangkau Lebih Banyak Anak
Perluasan Sekolah Rakyat menjadi perhatian pemerintah karena jumlah anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas masih besar. Pemerintah terus mendorong penambahan kapasitas sekolah agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar tanpa terbebani persoalan ekonomi keluarga.
Dalam dokumen perencanaan pemerintah, target program Sekolah Rakyat memang disusun secara bertahap. Rencana awal mencakup peningkatan jumlah sekolah dan peserta didik dari tahun ke tahun, dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin, rentan, dan penyandang disabilitas.
Di sejumlah daerah, penambahan kuota juga terus dilakukan. Di Jakarta, misalnya, Kemensos bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Juli 2026 berkomitmen menambah kuota penerimaan siswa Sekolah Rakyat sebanyak 1.000 siswa.
Bukan Sekadar Sekolah Gratis
Konsep Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendidikan terpadu. Siswa mendapatkan pembelajaran, pembinaan karakter, serta pendampingan selama tinggal di lingkungan sekolah.
Pemerintah berharap pola tersebut dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan yang berguna untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Program ini juga menjadi salah satu instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kajian mengenai implementasi Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa aspek komunikasi dan komitmen pelaksana menjadi bagian penting dalam keberhasilan program, sementara kesiapan sumber daya dan struktur pelaksanaan masih perlu terus diperkuat.
Kualitas Harus Menjadi Prioritas
Dengan target penerima yang semakin besar, pemerintah menghadapi tantangan untuk memastikan ekspansi Sekolah Rakyat tetap diikuti peningkatan kualitas.
Ketersediaan guru, fasilitas belajar, asrama, perangkat pembelajaran, hingga sistem pendataan siswa harus dipersiapkan secara matang. Kemensos sebelumnya juga menyatakan akan melengkapi perangkat kerja bagi operator dan wali asrama untuk mendukung pengelolaan Sekolah Rakyat.
Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat dapat berkembang menjadi salah satu jalan penting bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Target besar hingga ratusan ribu siswa tersebut sekaligus menjadi tantangan: semakin luas jangkauan Sekolah Rakyat, semakin besar pula tanggung jawab pemerintah memastikan setiap siswa memperoleh pendidikan yang layak, aman, berkualitas, dan mampu membuka peluang kehidupan yang lebih baik.
(Reina)
