ITime.id .BATAM – 10 Agustus 2026 .Indonesia semakin serius memperkuat posisi sebagai salah satu pusat teknologi digital di kawasan Asia Tenggara. Salah satu langkah besar tersebut ditandai dengan rencana pembangunan kampus NVIDIA DSX AI Factory di Batam, Kepulauan Riau, yang dikembangkan oleh Firmus Technologies bersama NVIDIA dan DayOne.
Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas 360 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Dalam pengembangannya, pusat komputasi tersebut diproyeksikan mampu mengoperasikan hingga 170.000 chip akselerator AI NVIDIA pada periode 2027–2028.
Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan ekosistem kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Batam dinilai memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Singapura dan berada di jalur penting konektivitas digital kawasan.
Investasi Data Center Capai 1,3 GW
Di tengah pembangunan pusat AI di Batam, minat investor terhadap industri pusat data Indonesia juga terus meningkat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah investor global telah menyatakan minat membangun pusat data di Indonesia dengan total kapasitas mencapai sekitar 1,3 gigawatt (GW). Kapasitas pusat data yang sudah beroperasi saat ini sekitar 580 MW.
Nilai investasi yang berada dalam pipeline tersebut diperkirakan mencapai US$15–20 miliar, menunjukkan besarnya potensi Indonesia sebagai lokasi pengembangan infrastruktur digital dan AI.
Meutya Hafid Dorong Kedaulatan AI
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan dua fondasi utama untuk mencapai kedaulatan AI, yakni infrastruktur digital yang kuat dan talenta digital yang unggul.
Menurut pemerintah, perkembangan AI membutuhkan kemampuan komputasi dan kapasitas pengolahan data yang sangat besar. Karena itu, keberadaan pusat data berkapasitas tinggi menjadi salah satu kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu mengembangkan dan menguasai ekosistemnya.
Penguatan infrastruktur AI juga diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian, mulai dari menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi teknologi, mendorong inovasi perusahaan nasional hingga mempercepat transformasi digital berbagai sektor.
Batam Berpeluang Jadi Hub AI ASEAN
Dengan lokasi strategis dan masuknya investasi pusat data berskala besar, Batam berpeluang berkembang menjadi salah satu hub komputasi AI penting di Asia Tenggara.
Pemerintah juga perlu memastikan pembangunan tersebut diikuti ketersediaan listrik yang andal, energi yang semakin bersih, jaringan telekomunikasi berkapasitas tinggi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Langkah tersebut menjadi penting agar investasi AI tidak berhenti pada pembangunan gedung dan perangkat keras, tetapi mampu menciptakan ekosistem digital nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Jika berhasil dikembangkan secara optimal, pusat AI di Batam dapat menjadi salah satu tonggak Indonesia dalam mengejar ketertinggalan teknologi sekaligus memperkuat posisi ekonomi digital nasional di tengah persaingan kawasan ASEAN.
(Reina)
