ITime.id .SALATIGA – 19 Agus 2026 .Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kemudahan memperoleh informasi dan menyelesaikan berbagai tugas membuat orang tua dan guru perlu memberikan pendampingan agar anak tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi tetap memiliki kemampuan belajar dan berpikir secara mandiri.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Parenting Education SMPN 4 yang membahas tantangan pendidikan di era AI. Kegiatan ini menjadi ruang bagi orang tua dan sekolah untuk bersama-sama memahami perubahan pola belajar anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Di era AI, anak memang dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk mencari informasi, mendapatkan referensi, hingga membantu memahami materi pelajaran. Namun, kemudahan tersebut tidak boleh membuat anak kehilangan kebiasaan membaca, belajar, berdiskusi, serta memecahkan masalah dengan kemampuan berpikirnya sendiri.
Pendidikan tidak hanya tentang mendapatkan jawaban dengan cepat. Lebih dari itu, anak perlu dilatih untuk memahami proses, menganalisis informasi, membedakan fakta dan opini, serta berani menyampaikan pendapat berdasarkan pemikirannya sendiri.
Karena itu, peran orang tua menjadi semakin penting. Pendampingan diperlukan agar penggunaan teknologi tetap berada dalam koridor pendidikan dan perkembangan karakter anak.
Orang tua juga diharapkan tidak hanya melarang penggunaan AI, tetapi memberikan pemahaman mengenai cara memanfaatkan teknologi secara bijak. AI dapat menjadi alat bantu belajar, namun bukan pengganti proses belajar dan berpikir anak.
Sekolah pun memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta karakter peserta didik. Kemampuan tersebut akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan kehidupan yang semakin dipengaruhi teknologi.
Melalui Parenting Education SMPN 4, diharapkan terbangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak menghadapi era digital.
Pesan pentingnya sederhana: secanggih apa pun teknologi yang digunakan, anak tetap harus belajar, membaca, bertanya, berdiskusi dan berpikir. AI seharusnya menjadi alat yang membantu anak berkembang, bukan membuat anak berhenti menggunakan kemampuan berpikirnya sendiri.
Dengan pendampingan yang tepat dari orang tua dan guru, teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih kreatif, adaptif dan berkualitas, tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter dan kemandirian anak.
(Reina)
