ITime. Id.Salatiga — 14 Agustus 2026 .Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Warga terpaksa menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air yang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan membawa jeriken, ember, maupun wadah air lainnya, warga berjalan menuju sumber air yang masih tersedia. Tidak jarang mereka harus mengantre dan kembali membawa air dengan berjalan kaki.
Kondisi tersebut menjadi gambaran betapa sulitnya kehidupan masyarakat ketika sumber air mulai mengering. Air yang biasanya mudah diperoleh dari sumur atau saluran air kini semakin sulit didapatkan.
Bagi warga, air bersih bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sangat penting untuk memasak, minum, mandi, mencuci, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Masyarakat berharap bantuan distribusi air bersih dapat segera dilakukan oleh pemerintah maupun pihak terkait, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan paling parah.
Di tengah keterbatasan tersebut, semangat warga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tetap terlihat. Mereka rela berjalan jauh dan menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan beberapa jeriken air bersih.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih harus menjadi perhatian bersama, terlebih saat musim kemarau berlangsung lebih panjang dan sumber-sumber air mulai berkurang.
(Reina)
