ITime.id .JAWA TENGAH –18 Agustus 2026 Gunung Lawu bukan sekadar kawasan pegunungan yang menawarkan panorama alam. Di balik lerengnya yang hijau dan jalur pendakian yang penuh tantangan, Gunung Lawu menyimpan jejak sejarah dan budaya Jawa yang hingga kini masih menarik perhatian masyarakat, peneliti, maupun wisatawan.
Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal sebagai salah satu gunung yang memiliki nilai spiritual kuat. Sejumlah situs bersejarah di lerengnya menjadi bukti bahwa kawasan ini pernah memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat dan kerajaan Jawa pada masa lampau.
Salah satu peninggalan yang paling terkenal adalah Candi Sukuh dan Candi Cetho. Kedua kompleks candi tersebut berada di lereng Gunung Lawu dan memiliki karakter arsitektur yang berbeda dari kebanyakan candi di Jawa.
Candi Sukuh diperkirakan dibangun pada masa akhir Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-15. Sementara Candi Cetho juga berkaitan dengan periode akhir Majapahit. Keberadaan kedua situs tersebut memperlihatkan bahwa kawasan Gunung Lawu memiliki posisi penting dalam kehidupan budaya dan keagamaan masyarakat Jawa pada masa itu.
Selain peninggalan berupa candi, kawasan Gunung Lawu juga memiliki berbagai tempat yang oleh masyarakat setempat dipercaya memiliki nilai sakral. Tradisi, cerita turun-temurun, serta berbagai ritual budaya membuat Gunung Lawu memiliki daya tarik tersendiri.
Bagi sebagian masyarakat Jawa, gunung bukan hanya dipandang sebagai bentang alam, tetapi juga sebagai ruang yang memiliki hubungan dengan kehidupan spiritual. Karena itu, berbagai situs di Gunung Lawu kerap dikaitkan dengan perjalanan sejarah, pertapaan, hingga kisah tokoh-tokoh masa kerajaan.
Jejak Kerajaan Majapahit di kawasan ini semakin memperkuat posisi Gunung Lawu sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah Jawa. Namun, berbagai kisah yang berkembang di masyarakat perlu dibedakan antara fakta sejarah, tradisi lisan, dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Kini, Gunung Lawu menjadi perpaduan antara wisata alam, sejarah, dan budaya. Pendaki tidak hanya datang untuk menikmati keindahan puncak dan jalur pegunungan, tetapi juga dapat mengenal situs-situs bersejarah yang berada di sekitarnya.
Gunung Lawu seolah menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Jawa. Dari jejak kerajaan hingga tradisi masyarakat masa kini, kawasan ini menyimpan cerita yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi para pencinta sejarah dan budaya, perjalanan ke Gunung Lawu bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang menyusuri jejak masa lalu yang masih hidup di tengah masyarakat Jawa.
(Reina)
