ITime.id JAKARTA – 22 Agustus 2026 .Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk mewaspadai potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) pada periode akhir Agustus 2026.
Awan Cumulonimbus menjadi perhatian karena pertumbuhannya dapat berkaitan dengan kondisi cuaca signifikan, seperti hujan lebat, petir, angin kencang, turbulensi hingga wind shear yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan. BMKG menjelaskan bahwa informasi potensi Cumulonimbus merupakan prakiraan khusus untuk sektor penerbangan dan menggambarkan sebaran pertumbuhan awan Cb.
Dalam pembaruan prakiraan BMKG, kawasan Sumatra menjadi salah satu wilayah yang perlu diperhatikan. Potensi pertumbuhan Cumulonimbus kategori OCNL (Occasional) atau cakupan 50–75 persen tercatat di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Riau.
Sementara itu, kategori FRQ (Frequent) merupakan kondisi ketika cakupan spasial awan Cumulonimbus diperkirakan lebih dari 75 persen. Dalam prakiraan BMKG terbaru, kategori FRQ terpantau terutama di wilayah perairan barat Sumatra, termasuk Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu dan Kepulauan Mentawai.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau, pertumbuhan awan konvektif tetap dapat terjadi secara lokal. BMKG sebelumnya juga mencatat bahwa pada Dasarian III Agustus 2026 sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami pertumbuhan awan Cumulonimbus diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca terbaru, terutama ketika terjadi perubahan cuaca secara cepat.
Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat, informasi cuaca dari BMKG perlu menjadi salah satu perhatian karena awan Cumulonimbus dapat menyebabkan turbulensi, petir, hujan lebat, angin kencang dan wind shear di sekitar wilayah penerbangan maupun bandara.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan peringatan dini cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.
Wilayah Sumatra yang perlu diperhatikan antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Riau, sementara potensi FRQ yang lebih tinggi dalam prakiraan terbaru berada di kawasan perairan barat Sumatra.
(Reina)
