ITime.id JAKARTA – 22 Aguy 2026 .Indonesia menghadapi tekanan cukup besar pada sektor eksternal. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2026 mencapai US$12,5 miliar atau sekitar 3,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan kuartal I 2026 yang mencatat defisit sebesar US$3,6 miliar atau 1 persen dari PDB. Berdasarkan data historis Neraca Pembayaran Indonesia yang tersedia sejak kuartal I 2004, defisit pada kuartal II 2026 menjadi yang terdalam dalam catatan tersebut.
Salah satu faktor utama pelebaran defisit berasal dari meningkatnya defisit neraca perdagangan migas. Kenaikan impor minyak terjadi di tengah tingginya harga minyak dunia.
Di sisi lain, surplus perdagangan nonmigas juga mengalami penurunan akibat meningkatnya impor nonmigas untuk memenuhi kebutuhan aktivitas ekonomi domestik. Tekanan tambahan berasal dari meningkatnya defisit pendapatan primer seiring pembayaran pendapatan kepada pihak luar negeri.
Meski transaksi berjalan mengalami tekanan, kondisi transaksi modal dan finansial memberikan penopang terhadap Neraca Pembayaran Indonesia. Pada kuartal II 2026, transaksi modal dan finansial mencatat surplus sekitar US$12 miliar, didukung peningkatan aliran investasi langsung dan investasi portofolio.
Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia pada kuartal II 2026 masih mencatat defisit sekitar US$900 juta, namun jauh lebih kecil dibandingkan defisit US$9,1 miliar pada kuartal sebelumnya.
BI sebelumnya memperkirakan defisit transaksi berjalan sepanjang 2026 berada pada kisaran 0,5 persen hingga 1,3 persen dari PDB. Karena itu, lonjakan defisit pada kuartal II menjadi perhatian dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
BI menilai prospek Neraca Pembayaran Indonesia ke depan tetap perlu diperkuat. Perbaikan ekspor, perkembangan harga komoditas global, serta masuknya investasi asing diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan pada transaksi berjalan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Kata Kunci: Defisit Transaksi Berjalan, Bank Indonesia, Ekonomi Indonesia, Neraca Pembayaran, Impor, Ekspor, US$12,5 Miliar
(Reina)
