ITime id. BEKASI –27 Agustus 2028 .Upaya mengatasi persoalan darurat sampah di Kota Bekasi memasuki tahap baru. Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi dimulai di kawasan Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Proyek yang memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik dari sampah perkotaan.
Peresmian pembangunan dilakukan pada Rabu, 26 Agustus 2026, melalui Danantara Indonesia bersama PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Fasilitas PSEL Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari. Sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan akan diproses menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi sistem pengendalian pencemaran udara atau Air Pollution Control System (APCS).
Teknologi tersebut ditujukan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik. Listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli dan disalurkan kepada PLN sesuai ketentuan yang berlaku.
Proyek PSEL Bekasi juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi. Pembangunannya diperkirakan dapat menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja, sekaligus mendorong pengembangan kawasan Bantar Gebang menjadi kawasan pengelolaan lingkungan dan energi yang lebih modern.
Persoalan sampah memang menjadi tantangan serius bagi Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya mencatat timbulan sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sehingga diperlukan pengolahan dengan kapasitas besar agar ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir dapat dikurangi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai pembangunan PSEL menjadi salah satu langkah penting untuk menangani persoalan sampah. Namun, fasilitas tersebut bukan satu-satunya solusi karena masyarakat tetap perlu berperan melalui kebiasaan memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, pemerintah berharap sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diubah menjadi sumber energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Jika pembangunan berjalan sesuai target, fasilitas PSEL Bekasi akan mulai beroperasi pada pertengahan 2028 dan menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah menjadi energi di Indonesia.
(Reina)
