ITime.id .TERNATE –29 Agustus 2026 . Kota Ternate, Maluku Utara, menjadi pusat perhatian dalam agenda pelestarian sejarah dan kebudayaan Indonesia. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-12 resmi dibuka di kawasan bersejarah Benteng Oranje, Ternate.
Kegiatan tersebut mempertemukan puluhan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka berkumpul untuk membahas masa depan kota-kota pusaka, khususnya mengenai upaya menjaga warisan sejarah sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis budaya.
Ternate dipilih menjadi salah satu ruang penting dalam pertemuan tersebut bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan perdagangan rempah dunia. Cengkih dan berbagai komoditas rempah dari kawasan Maluku pernah menjadi bagian penting dari jalur perdagangan internasional.
Benteng Oranje yang menjadi lokasi pembukaan Rakernas juga menjadi simbol kuat dari sejarah panjang tersebut. Bangunan bersejarah ini menjadi saksi perjalanan Ternate sebagai salah satu pusat perdagangan dan kekuasaan di kawasan timur Nusantara.
Puluhan Kepala Daerah Bahas Masa Depan Kota Pusaka
Rakernas JKPI ke-12 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman mengenai bagaimana menjaga kawasan bersejarah di tengah perkembangan kota modern.
Kota-kota yang memiliki warisan budaya dan sejarah menghadapi tantangan yang hampir sama, mulai dari perubahan tata ruang, tekanan pembangunan, hingga semakin berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap nilai sejarah.
Karena itu, pelestarian kota pusaka tidak cukup hanya dilakukan dengan mempertahankan bangunan lama. Diperlukan strategi yang mampu menghidupkan kembali kawasan sejarah agar tetap memiliki fungsi bagi masyarakat.
Melalui forum JKPI, para kepala daerah diharapkan dapat membangun kolaborasi dalam pengelolaan kawasan pusaka, pengembangan pariwisata budaya, penguatan ekonomi kreatif serta peningkatan peran masyarakat dalam menjaga warisan sejarah.
Jalur Rempah Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis Budaya
Salah satu perhatian penting dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana sejarah jalur rempah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis budaya.
Ternate memiliki posisi strategis dalam sejarah jalur rempah. Komoditas cengkih dari Maluku telah menghubungkan kepulauan Indonesia dengan berbagai wilayah dunia selama berabad-abad.
Sejarah tersebut dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan cerita mengenai perdagangan, budaya, masyarakat, kuliner dan kehidupan yang tumbuh di sepanjang jalur rempah.
Pengembangan ekonomi berbasis budaya dinilai dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. UMKM, pelaku ekonomi kreatif, seniman, pengrajin, pelaku kuliner hingga sektor pariwisata dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Dengan demikian, pelestarian sejarah tidak dipandang sebagai upaya mempertahankan masa lalu semata, tetapi juga dapat menjadi investasi untuk masa depan.
Benteng Oranje Jadi Simbol Pertemuan Kota Pusaka
Dipilihnya Benteng Oranje sebagai lokasi pembukaan Rakernas memiliki makna tersendiri.
Benteng tersebut menjadi pengingat bahwa Ternate pernah menjadi salah satu titik penting dalam sejarah geopolitik dan perdagangan rempah dunia. Kini, tempat bersejarah itu kembali menjadi ruang pertemuan para pemimpin daerah untuk membicarakan bagaimana sejarah dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Suasana bersejarah Benteng Oranje sekaligus memperkuat pesan bahwa kota pusaka membutuhkan perhatian bersama.
Warisan sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha dan generasi muda.
Dari Sejarah Menuju Masa Depan
Rakernas JKPI ke-12 diharapkan menghasilkan gagasan dan kerja sama konkret dalam memperkuat pelestarian kota pusaka di Indonesia.
Setiap daerah memiliki karakter sejarah yang berbeda. Namun, semuanya memiliki tantangan yang sama, yakni bagaimana menjaga identitas lokal tanpa menghambat perkembangan kota.
Ternate memberikan contoh bahwa sejarah dapat menjadi bagian dari pembangunan masa depan. Jalur rempah yang dahulu menjadi jalur perdagangan dunia kini dapat dikembangkan sebagai jalur budaya, pendidikan dan pariwisata.
Dengan menjadi tuan rumah Rakernas JKPI ke-12, Ternate kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.
Dari Benteng Oranje, semangat pelestarian pusaka diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga identitas kota-kota Indonesia sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui kekayaan budaya dan sejarah.
Ternate bukan sekadar menyimpan cerita masa lalu. Dari kota rempah ini, sejarah diharapkan kembali menjadi jalan menuju masa depan.
(Reina)
