ITime.id .KALIMANTAN BARAT – 2 September 2026 .Pemandangan tidak biasa terlihat di sejumlah bagian Sungai Kapuas. Sungai terpanjang di Indonesia tersebut mengalami penyusutan debit secara drastis setelah wilayah Kalimantan dilanda musim kemarau panjang dan minim hujan selama berbulan-bulan.
Hamparan dasar sungai yang biasanya tertutup air mulai terlihat. Di sejumlah titik, kapal dan tongkang dilaporkan mengalami kesulitan melintas akibat alur sungai yang semakin dangkal.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Sungai Kapuas selama ini memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Sungai tidak hanya menjadi sumber air dan tempat mencari ikan, tetapi juga menjadi jalur transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan Barat.
Data BMKG menunjukkan musim kemarau 2026 di Kalimantan Barat berlangsung lebih panjang dan kering. Rendahnya curah hujan juga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Penurunan muka air Sungai Kapuas bahkan mulai berdampak pada aktivitas pelayaran di sejumlah wilayah hulu. Pendangkalan alur sungai dapat menyulitkan kapal pengangkut berbagai kebutuhan logistik untuk beroperasi secara normal.
Fenomena serupa juga terjadi pada sejumlah sungai dan danau di Kalimantan. Setelah berbulan-bulan minim hujan, beberapa badan air mengalami penyusutan hingga menyisakan daratan dan hamparan pasir yang sebelumnya berada di bawah permukaan air.
Meski sebagian warga memanfaatkan munculnya daratan tersebut sebagai tempat beraktivitas dan berwisata, kondisi ini tetap menjadi peringatan serius. Jika kemarau berlangsung lebih lama, persoalan ketersediaan air bersih, perikanan, transportasi sungai hingga ancaman karhutla berpotensi semakin besar.
BMKG sebelumnya memperingatkan masyarakat Kalimantan Barat agar meningkatkan kewaspadaan karena periode kering diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September atau bahkan pertengahan Oktober 2026 di sejumlah wilayah.
Sungai Kapuas yang biasanya menjadi simbol kehidupan masyarakat Kalimantan kini memperlihatkan wajah berbeda. Air yang menyusut drastis menjadi gambaran nyata betapa kuatnya dampak musim kemarau panjang terhadap lingkungan dan kehidupan warga.
(Reina)
