ITime.id .JAKARTA – 6 September 2026 .Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Meski keduanya telah resmi bercerai, persoalan terkait nafkah dan hubungan dengan anak-anak justru semakin memanas dan kini berkembang ke ranah hukum.
Polemik terbaru berpusat pada persoalan nafkah anak serta hak Ruben Onsu untuk bertemu dan menjalankan perannya sebagai ayah. Kedua pihak melalui kuasa hukum masing-masing menyampaikan pandangan yang berbeda mengenai kondisi yang terjadi setelah perceraian.
Pihak Sarwendah sebelumnya menyampaikan bahwa nafkah untuk anak-anak tidak lagi diterima selama beberapa bulan. Pada awal September 2026, pemberitaan kembali menyoroti pernyataan Sarwendah yang mengaku belum menerima nafkah anak dari Ruben selama sekitar delapan bulan.
Sementara itu, pihak Ruben memiliki alasan tersendiri mengenai penghentian pemberian nafkah tersebut. Kuasa hukum Ruben menyebut keputusan itu berkaitan dengan persoalan akses dan pertemuan Ruben dengan anak-anaknya.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi sengketa yang lebih luas. Ruben melalui tim hukumnya bahkan telah mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada akhir Juni 2026. Gugatan tersebut disebut berkaitan dengan kesulitan Ruben menemui kedua putrinya selama beberapa waktu.
Persoalan Nafkah Berujung Audit
Ketegangan kembali meningkat pada Agustus 2026 ketika muncul pembahasan mengenai audit penggunaan dana nafkah anak.
Pihak Ruben menginginkan adanya pemeriksaan terhadap penyaluran dana yang diberikan untuk kebutuhan anak. Pihak Sarwendah menyatakan tidak keberatan memberikan laporan penggunaan dana tersebut karena menurut mereka catatan pengeluaran kebutuhan anak tersedia.
Namun, kubu Sarwendah kemudian mengajukan permintaan agar persoalan tersebut juga disertai pemeriksaan kesehatan terhadap Ruben. Adu argumen mengenai audit finansial dan kesehatan tersebut membuat proses pascaperceraian semakin menjadi perhatian publik.
Anak-Anak Menjadi Perhatian Utama
Di tengah perseteruan kedua orang tua, kepentingan anak menjadi hal yang paling banyak disorot.
Persoalan nafkah, hak asuh, hingga akses bertemu anak idealnya tidak hanya dilihat sebagai pertarungan antara mantan suami dan istri. Ada kepentingan dan kondisi psikologis anak yang juga harus menjadi perhatian.
Sebelumnya, pihak Ruben juga mengungkapkan kekecewaan karena merasa kesulitan bertemu anak-anaknya. Bahkan, cerita mengenai Ruben yang hadir dalam kegiatan anak namun merasa kurang mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi ikut menjadi pemberitaan.
Sementara itu, pihak Sarwendah menegaskan bahwa kebutuhan anak tetap terpenuhi meski persoalan nafkah dari Ruben menjadi polemik.
Publik Menanti Jalan Keluar
Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah sebenarnya telah diputus sejak 2024. Namun, persoalan yang muncul setelah perceraian menunjukkan bahwa berakhirnya hubungan sebagai pasangan suami istri tidak otomatis mengakhiri persoalan keluarga.
Kini, publik menunggu bagaimana proses hukum akan menyelesaikan persoalan nafkah, hak asuh, serta hak kedua orang tua untuk tetap memiliki hubungan dengan anak-anak mereka.
Terlepas dari berbagai pernyataan yang muncul dari masing-masing pihak, penyelesaian yang mengutamakan kepentingan anak diharapkan menjadi jalan terbaik.
Sebab, di balik panasnya perseteruan orang dewasa, terdapat anak-anak yang tetap membutuhkan kasih sayang, perhatian, rasa aman, dan hubungan yang sehat dengan kedua orang tuanya.
(Reina)
