Itime.id. MAGELANG – Sebanyak 52 personel berpangkat Ipda dan Iptu di lingkungan Polresta Magelang mengikuti tes pengetahuan manajerial sebagai bagian dari pemetaan kompetensi personel, Kamis (10/9/2026).
Tes yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) tersebut berlangsung di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Kota Magelang, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Pelaksanaannya digelar secara serentak dan terintegrasi melalui konferensi video bersama jajaran Polda Jawa Tengah.
Sejak pagi, para peserta telah hadir dan mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan. Dengan mengandalkan sistem komputer, peserta mengerjakan sejumlah materi yang dirancang untuk mengukur kemampuan manajerial secara objektif, terukur, dan transparan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Polri dalam memastikan setiap personel memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan tugas dan kebutuhan organisasi. Melalui tes tersebut, kemampuan peserta dalam memahami persoalan, menyusun perencanaan, mengorganisasi pekerjaan, mengambil keputusan, serta mengelola tugas dan tanggung jawab diukur secara objektif.
Pemetaan kompetensi ini dinilai penting karena perwira tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas teknis kepolisian, tetapi juga harus memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan mengelola berbagai persoalan di lapangan. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Hasil tes nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan sumber daya manusia, penataan personel, serta pengembangan karier berdasarkan kompetensi dan potensi masing-masing anggota. Dengan demikian, penempatan dan pengembangan personel diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Kabag SDM Polresta Magelang Kompol Andy Wasono, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan pemetaan kompetensi penting dilakukan untuk memperoleh gambaran kemampuan personel secara objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tes ini bukan sekadar mengukur kemampuan peserta, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemetaan kompetensi personel. Hasilnya dapat memberikan gambaran mengenai potensi dan kemampuan masing-masing anggota untuk mendukung pengembangan SDM serta penataan personel sesuai kebutuhan organisasi,” kata Andy.
Menurutnya, kemampuan manajerial menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap perwira. Selain dituntut mampu melaksanakan tugas teknis kepolisian, perwira juga harus memiliki kemampuan memimpin, mengelola sumber daya, menyelesaikan persoalan, dan mengambil keputusan secara tepat.
“Seorang perwira dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola pekerjaan, memimpin anggota, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Karena itu, pemetaan seperti ini penting untuk memastikan kompetensi personel terus berkembang,” ujarnya.
Andy menambahkan, pemetaan kompetensi juga menjadi bagian dari upaya Polri membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, peningkatan kualitas personel harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti tes dengan tertib, sungguh-sungguh, dan menjunjung tinggi integritas. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan pemetaan harus dilaksanakan secara jujur agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti tes dengan baik, penuh kesungguhan, dan tetap menjunjung tinggi integritas. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kompetensi dan karier personel secara tepat sasaran, sekaligus memperkuat profesionalisme Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Pelaksanaan tes berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala teknis berarti. Seluruh peserta mengikuti tahapan ujian sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Rangkaian pemetaan kompetensi akan dilanjutkan dengan Tes Psikometri pada Rabu (16/9/2026) pukul 13.00 WIB di lokasi yang sama. Tahapan lanjutan tersebut diharapkan dapat melengkapi hasil pemetaan sehingga diperoleh gambaran kompetensi personel secara lebih menyeluruh.
(Teguh)
