ITime.id .KALIMANTAN – 14 September 2026 .Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian. Kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Asap karhutla mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan dalam kondisi udara yang buruk dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai keluhan, mulai dari batuk, tenggorokan terasa perih, mata teriritasi, hingga gangguan pernapasan.
Masyarakat yang setiap hari berada di tengah paparan kabut asap perlu meningkatkan kewaspadaan. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
Kondisi udara yang memburuk juga membuat masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap sedang pekat. Penggunaan masker dan menjaga kondisi udara di dalam rumah menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan.
Apabila mengalami sesak napas, sulit bernapas, nyeri dada, atau keluhan kesehatan yang semakin berat, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.
Karhutla pada akhirnya bukan hanya persoalan hutan dan lingkungan. Asap yang dihasilkan dapat berdampak langsung terhadap kesehatan manusia. Karena itu, pencegahan dan penanganan karhutla perlu dilakukan secara serius agar dampaknya tidak semakin meluas.
ITime.id | Kabut asap bukan sekadar mengganggu pandangan, tetapi juga menjadi ancaman bagi kesehatan.
(Reina)
