ITime.id —Salatiga 14 September 2026 .Memar atau luka lebam merupakan salah satu cedera yang cukup sering terjadi akibat benturan benda tumpul, terjatuh, terbentur benda keras, maupun benturan saat perkelahian.
Meski sebagian besar memar dapat membaik dengan sendirinya, kondisi tersebut tetap perlu ditangani dengan tepat. Pertolongan pertama yang benar dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan sekaligus memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan jaringan yang mengalami cedera.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengompres bagian yang memar menggunakan kompres dingin selama sekitar 10–20 menit. Es sebaiknya dibungkus menggunakan kain atau handuk tipis dan tidak ditempelkan langsung ke kulit.
Bagian tubuh yang mengalami cedera juga sebaiknya diistirahatkan. Jika terjadi pembengkakan pada tangan atau kaki, bagian tersebut dapat diposisikan lebih tinggi bila memungkinkan.
Masyarakat juga disarankan tidak langsung memijat keras bagian tubuh yang baru mengalami benturan. Pijatan kuat pada fase awal cedera berpotensi memperparah perdarahan di jaringan dan membuat pembengkakan bertambah.
Kenali tanda-tanda cedera serius
Memar perlu mendapatkan perhatian lebih apabila disertai nyeri yang sangat kuat, pembengkakan yang terus bertambah, kesulitan menggerakkan anggota tubuh, bentuk anggota tubuh berubah, mati rasa, atau kondisi korban semakin memburuk.
Benturan pada kepala juga tidak boleh dianggap sepele. Apabila setelah mengalami benturan seseorang mengalami kehilangan kesadaran, muntah berulang, kejang, kebingungan, sakit kepala hebat, atau mengantuk secara tidak wajar, segera mendapatkan pertolongan medis.
Begitu pula apabila benturan terjadi pada dada atau perut dan disertai keluhan berat, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak terjadi cedera yang lebih serius.
Mengetahui pertolongan pertama bukan berarti menggantikan pemeriksaan dokter. Jika terdapat tanda-tanda cedera serius atau kondisi tidak membaik, sebaiknya segera mencari bantuan tenaga kesehatan.
Dengan memahami langkah sederhana dan aman dalam menangani memar, masyarakat diharapkan tidak panik serta tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperburuk cedera.
(Reina)
