ITime.id .DAIRI, —21 Oktober 2026;.Kualitas pekerjaan pemeliharaan jalan di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp323.375.000 itu disebut baru selesai dikerjakan, tetapi kondisi jalan kini dilaporkan sudah berlubang, bergelombang, dan digenangi air.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek yang dikerjakan oleh CV Geoffrey. Warga menduga pekerjaan tidak dilaksanakan secara maksimal sehingga kerusakan muncul dalam waktu relatif singkat.
Salah seorang warga Dairi, Simbolon, mengaku kecewa melihat kondisi jalan yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.
“Sepertinya proyek jalan ini dikerjakan asal-asalan. Baru saja selesai, tetapi sekarang sudah rusak lagi, berlubang dan bergelombang. Kami menilai pelaksana proyek kurang profesional,” ungkap Simbolon, Rabu (21/10/2026).
Menurut warga, kerusakan jalan yang muncul tidak lama setelah pekerjaan selesai perlu menjadi perhatian serius instansi terkait. Pasalnya, proyek pemeliharaan jalan semestinya mampu meningkatkan kualitas infrastruktur dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan baru.
Warga Minta Dinas PUTR Turun ke Lapangan
Sorotan serupa disampaikan warga lainnya, Namira. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi segera turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi fisik jalan sekaligus mengevaluasi hasil pekerjaan CV Geoffrey.
Warga juga meminta agar proses pembayaran proyek tidak dilakukan sebelum kualitas pekerjaan diperiksa dan dinyatakan memenuhi ketentuan kontrak, sepanjang pembayaran tersebut memang belum dilaksanakan dan masih dimungkinkan sesuai prosedur pengadaan.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang dinilai berpotensi semakin parah ketika diguyur hujan. Genangan air dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan dan, apabila terdapat kelemahan pada lapisan konstruksi, berpotensi memengaruhi bagian bawah jalan.
“Jangankan hujan deras, terkena siraman air saja jalan ini dikhawatirkan cepat rusak. Ini perlu diperiksa, apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi atau belum,” ujar warga tersebut.
Meski demikian, penyebab kerusakan jalan belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan teknis di lapangan. Karena itu, evaluasi dari pihak berwenang diperlukan untuk mengetahui apakah kerusakan berkaitan dengan mutu material, metode pengerjaan, kondisi drainase, atau faktor teknis lainnya.
Dinas PUTR Persilakan Konfirmasi kepada PPK
Menanggapi keluhan masyarakat, Sekretariat Dinas PUTR Kabupaten Dairi, Agus Kacaribu, menyarankan agar persoalan proyek tersebut dikonfirmasi langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Masalah proyek jalan yang rusak tersebut, boleh ditanyakan kepada pejabat pembuat komitmennya,” jelas Agus.
Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Dairi, Makarios Sagala, untuk meminta klarifikasi terkait kondisi jalan dan langkah evaluasi yang akan dilakukan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum berhasil dihubungi.
Belum ada pula keterangan resmi yang diperoleh mengenai hasil pemeriksaan teknis, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak, maupun status pembayaran proyek tersebut.
Transparansi Anggaran dan Pengawasan Dipertanyakan
Kerusakan jalan yang dilaporkan warga setelah pekerjaan selesai menjadi alasan bagi masyarakat untuk meminta pemeriksaan secara terbuka. Dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai standar kualitas pekerjaan, tahapan pengawasan, serta tanggung jawab pelaksana apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Dinas PUTR Kabupaten Dairi dan PPK diharapkan tidak berhenti pada penjelasan administratif, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik jalan di Desa Kuta Tengah.
Jika hasil pemeriksaan menemukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi kontrak, tindakan korektif perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk meminta perbaikan apabila menjadi kewajiban penyedia jasa.
Hingga kini, dugaan pekerjaan yang tidak maksimal tersebut masih memerlukan verifikasi dari instansi berwenang. Pihak CV Geoffrey juga perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan mengenai kondisi jalan yang menjadi keluhan warga.
Masyarakat berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti agar anggaran daerah benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman digunakan, dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.
(Hasan/eko)
