iTime.id | NASIONAL – 2 November 2026 .Menyusutnya permukaan air waduk akibat kekeringan panjang kembali memperlihatkan jejak kehidupan masa lalu. Sejumlah kawasan permukiman yang dahulu ditinggalkan warga untuk pembangunan waduk kini kembali terlihat, menghadirkan pemandangan yang menyimpan cerita sejarah, pengorbanan, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Fenomena tersebut terlihat di Kampung Somang, Kabupaten Lebak, Banten, serta sejumlah kawasan permukiman lama di sekitar Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kampung Somang, Lebak, Banten
Kampung Somang merupakan salah satu kawasan permukiman yang terdampak pembangunan Bendungan Karian. Wilayah yang sebelumnya dihuni masyarakat itu ditinggalkan secara bertahap sejak 2023 untuk proses penggenangan waduk.
Saat permukaan air menyusut, sisa-sisa bangunan dan jejak permukiman lama kembali terlihat. Kawasan yang dahulu menjadi tempat warga menjalani kehidupan sehari-hari itu seolah menghadirkan kembali potongan sejarah yang sempat berada di bawah permukaan air.
Permukiman Lama Waduk Jatigede, Sumedang
Pemandangan serupa juga terjadi di kawasan Waduk Jatigede, Jawa Barat. Penggenangan waduk yang dilakukan pada 31 Agustus 2015 menyebabkan sejumlah permukiman, jalan, dan lahan masyarakat berada di bawah permukaan air.
Berdasarkan informasi yang diberitakan CNN Indonesia, pada 5 September 2026, penyusutan permukaan air waduk memperlihatkan kembali jalan beraspal, lahan, serta reruntuhan bangunan lama. Garis tepian waduk dilaporkan mundur sekitar 300 meter.
Kemunculan kembali jejak permukiman tersebut menjadi gambaran nyata perubahan bentang alam akibat pembangunan infrastruktur dan dinamika kondisi air.
Kekeringan Menjadi Pengingat Penting
Di balik fenomena yang menarik perhatian masyarakat ini, kekeringan panjang bukanlah persoalan yang patut dipandang sebagai tontonan semata. Menurunnya ketersediaan air dapat berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga, pertanian, lingkungan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, kondisi waduk perlu disikapi secara bijak dengan memperhatikan data elevasi dan ketersediaan air, pengelolaan sumber daya air, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Kemunculan kembali permukiman lama juga mengingatkan bahwa setiap pembangunan memiliki perjalanan dan cerita masyarakat yang tidak boleh dilupakan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa air merupakan sumber kehidupan yang perlu dijaga bersama, bukan hanya ketika kekeringan datang, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
iTime.id – Menyajikan informasi secara berimbang, berdasarkan fakta, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
(Reina)
