ITIME.id .Dramaga – 4 November 2026 .Kabupaten Bogor, Rabu, 4 November 2026,– Inovasi dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh kampus terbaik bangsa, *IPB University. Bertempat di *Aula Kantor Kecamatan Dramaga , Kabupaten Bogor, IPB University sukses menggelar program unggulan *Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University Tahun 2026, dengan tema *”Teknologi Ekstraksi Serat Alami dan Produksi Kompos dari Limbah Tanaman Pisang”, pada *Rabu, 4 November 2026,
Program Dospulkam merupakan program pengabdian masyarakat yang menjadi ikon IPB University, dimana para dosen kembali ke kampung halaman / wilayah binaan untuk memberikan ilmu, teknologi dan inovasi langsung kepada masyarakat.
Kegiatan Dospulkam tahun 2026 di Kecamatan Dramaga ini berlangsung sangat antusias, edukatif, dan penuh semangat inovasi.
Acara Dospulkam IPB University ini secara resmi dihadiri oleh:
*1. Camat Dramaga, Atep S. Suryono, S.H., M.M.
*2. Prof. Dr. Ir. Muhammad Yani, M.Eng. Dosen IPB University (Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Pertanian) sebagai Narasumber Utama Dospulkam 2026,
*3. Mahasiswa dan Mahasiswi IPB University Peserta Dospulkam,
*4. Para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Dramaga,
*5. Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Pelaku UMKM Kecamatan Dramaga,
*6. Perangkat Kecamatan Ciomas dan jajaran lainnya,
Dalam sambutan pembukaannya, Camat Darama *Atep S. Suryono, S.H., M.M memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IPB University yang telah memilih Kecamatan Dramaga, sebagai lokasi pelaksanaan Dospulkam Tahun 2026.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada IPB University. Ini adalah berkah bagi Kecamatan Ciomas. Selama ini limbah batang pisang di Ciomas hanya dibuang begitu saja, padahal potensinya luar biasa. Dengan teknologi dari Dosen IPB, limbah ini bisa disulap menjadi serat alami yang bernilai jual tinggi dan kompos organik yang sangat bagus untuk pertanian. Ini sejalan dengan program kami untuk ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan,” tegas Camat Ciomas Atep S. Suryono, S.H., M.M.
LIMBAH PISANG DISULAP JADI EMAS: TEKNOLOGI SERAT ALAMI & KOMPOSl
Pada sesi materi inti, Tim Dosen IPB University memaparkan secara detail dan melakukan demo langsung di hadapan peserta tentang dua teknologi inovatif:
*1. Teknologi Ekstraksi Serat Alami dari Pelepah / Batang Pisang,
Dosen IPB menjelaskan bahwa serat dari batang pisang (Musa sp.) memiliki kekuatan yang tinggi, ramah lingkungan, dan bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi seperti: kerajinan tangan, tas, bahan tekstil, bahan baku kertas seni, hingga komposit ramah lingkungan. Tim Dosen IPB membawa alat ekstraktor serat sederhana yang bisa dibuat dan digunakan oleh petani.
*2. Teknologi Produksi Kompos dari Limbah Tanaman Pisang (Bonggol, Daun, dan Batang):
Limbah pisang yang tidak terpakai diolah dengan menggunakan bioaktivator dan teknologi fermentasi cepat menjadi kompos organik berkualitas tinggi. Kompos dari limbah pisang ini kaya akan unsur Kalium (K) yang sangat baik untuk kesuburan tanah dan dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Para mahasiswa IPB University juga aktif membantu memberikan pendampingan dan praktek langsung cara pembuatan serat dan kompos kepada warga dan kelompok tani.
Salah satu Dosen IPB University yang menjadi narasumber menjelaskan, “Tujuan Dospulkam ini adalah hilirisasi riset. Kami di IPB tidak ingin riset hanya berhenti di laboratorium. Limbah pisang di Kabupaten Bogor itu melimpah ruah, khususnya di Dramaga Jika diolah dengan teknologi tepat guna, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi ibu-ibu KWT dan petani. Zero waste, bernilai ekonomi.”
Antusias peserta terlihat sangat tinggi. Para petani dan ibu-ibu KWT banyak bertanya dan mencoba langsung proses ekstraksi serat dan pembuatan kompos.
Kegiatan Dospulkam IPB University Tahun 2026 di Aula Kecamatan Dramaga ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keilmuan hingga selesai.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Dramaga dapat memanfaatkan limbah tanaman pisang yang selama ini tidak termanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Kabupaten Bogor.
Repoter Haerudin Bogor
