Itime. Gresik. Proyek pembangunan Jembatan Sumberame kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul tudingan dari beberapa oknum wartawan dan LSM yang menuduh pekerjaan dilakukan secara asal-asalan. Namun berdasarkan keterangan di lapangan, pekerjaan tersebut ternyata dikerjakan sesuai spesifikasi teknis Dinas PU Binamarga Gresik.
Pengawas konsultan, Andre, memastikan metode konstruksi yang diterapkan sudah mengikuti standar.
> “Pekerjaan ini sesuai spesifikasi. Memang tidak menggunakan lantai kerja (LC), tetapi memakai sertu dan trucuk bambu sebagai penguat di bawah jembatan,” jelasnya.

Pihak kontraktor sekaligus pemenang tender, Hasan, menambahkan bahwa tuduhan pekerjaan asal-asalan muncul karena pemberitaan yang tidak lengkap.
> “Memang ada penurunan, tapi itu terjadi saat pekerjaan belum selesai. Alat kren dan eksa masih standby untuk pembenahan. Namun oknum tetap mempublikasikan berita seolah-olah pekerjaan sudah rampung,” ujarnya.
Waktu Pengerjaan Sangat Singkat
Persoalan lain muncul terkait batas waktu pemasangan jembatan yang dinilai terlalu pendek. Salah satu pengawas yang enggan disebutkan namanya mengaku kewalahan.
> “Kita ingin hasil yang bagus, tapi waktu pemasangan hanya diberi 3–6 hari. Sebenarnya butuh waktu lebih lama,” ungkapnya.
Jembatan Dilalui Truk 60 Ton Sebelum Selesai
Hal paling mengkhawatirkan terjadi ketika jembatan mulai dilintasi kendaraan berat padahal pekerjaan utama, termasuk pengecoran, belum selesai. Padahal aturan mengharuskan proyek ditutup total hingga 100 persen rampung.
> “Sebelum selesai, sudah ada truk pabrik bermuatan sekitar 60 ton melintas. Ini jelas melanggar aturan. Kalau nanti terjadi kemiringan atau kerusakan, siapa yang bertanggung jawab?” tegas pengawas tersebut.
Ia meminta Dinas PU menunjukkan ketegasan dan berharap Bupati Gresik turun langsung meninjau kondisi lapangan untuk memastikan keamanan konstruksi sebelum jembatan benar-benar dibuka untuk umum.
(Tim)
#itime, #time, #i
