Iti e. MAGETAN – Lonjakan timbunan sampah terjadi selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Magetan. Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) mencatat produksi sampah mencapai 58,7 ton per hari.
Kepala DLHP Magetan, Saif Muchlissun, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa akumulasi sampah sejak awal libur pada 18 Maret hingga 25 Maret 2026 telah mencapai 410,9 ton. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi kenaikan sekitar 0,8 hingga 0,9 persen.
“Dibandingkan tahun lalu memang ada kenaikan, meskipun tidak signifikan,” ujar Saif.
Ia menjelaskan, komposisi sampah masih didominasi oleh sisa makanan sebesar 40 persen, disusul sampah plastik 30 persen, residu 20 persen, serta jenis lainnya sekitar 10 persen. Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena menunjukkan pola perilaku masyarakat yang belum banyak berubah.
Di sektor pariwisata, kawasan Telaga Sarangan turut menyumbang peningkatan signifikan. Timbunan sampah di lokasi wisata tersebut mencapai 6,3 ton per hari, atau naik sekitar 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini berdampak pada intensitas pengangkutan sampah yang mencapai 21 ritasi setiap hari.
“Ini menunjukkan sektor pariwisata kita belum sepenuhnya berbasis lingkungan,” jelasnya.
Berbeda dengan kawasan wisata, penurunan justru terjadi di Pasar Sayur Magetan. Volume sampah di lokasi tersebut tercatat turun sekitar 5 persen, dari sebelumnya 3,2 ton per hari pada Lebaran 2025.
Saif menegaskan, tingginya persentase sampah sisa makanan mengindikasikan adanya pemborosan di masyarakat. Selain itu, sampah plastik juga menjadi ancaman serius bagi lingkungan dalam jangka panjang, sementara sampah residu menambah beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang saat ini mulai mengalami kelebihan kapasitas.
“Meski di kawasan kota ada penurunan sekitar 10 persen, tetap saja menjadi salah satu penyumbang utama sampah di Magetan,” pungkasnya.
(ipung)
