Itime portal. JAKARTA – Kota Salatiga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mempertahankan predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis oleh SETARA Institute. Dalam pengumuman yang digelar di Jakarta pada Rabu (22/4/2026), Salatiga berhasil meraih peringkat pertama dengan skor tertinggi, yakni 6,492.
Peluncuran IKT 2025 berlangsung di Ballroom Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan. Ia hadir didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga, KH. Noor Rofiq, serta Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Salatiga, Anindita Sulaksono Widagdo.
Indeks Kota Toleran sendiri merupakan studi tahunan yang telah dilakukan sejak 2015 oleh SETARA Institute untuk mengukur tingkat toleransi di 94 kota di Indonesia. Tahun 2025 ini menjadi edisi ke-9 yang secara konsisten memotret perkembangan praktik toleransi, sekaligus mengidentifikasi tantangan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian kota toleran bukan hanya hasil kerja pemerintah daerah semata, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam membangun toleransi, yakni kepemimpinan politik, kepemimpinan birokrasi, dan kepemimpinan sosial.

“Indeks Kota Toleran ini adalah refleksi bersama. Toleransi tidak bisa dibangun secara parsial, tetapi harus melibatkan semua unsur masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan Salatiga mempertahankan posisi puncak menunjukkan konsistensi kota tersebut dalam merawat harmoni di tengah keberagaman. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang inklusif dan damai.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Salatiga yang sejak lama menjunjung tinggi nilai toleransi.
“Terima kasih kepada SETARA Institute yang kembali menetapkan Kota Salatiga sebagai kota toleran tahun 2025. Toleransi harus dibangun dari hati yang tulus untuk menerima, menghargai, dan menghormati perbedaan, sehingga kita dapat hidup damai dalam keberagaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Robby juga mengapresiasi peran aktif FKUB serta seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga kerukunan. Ia berharap capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi di masa mendatang.
Dengan keberhasilan ini, Salatiga semakin mengukuhkan diri sebagai simbol kota toleran di Indonesia. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan saling menghormati di tengah keberagaman bangsa.
(Fuyan)
