ITime,id .PURWAKARTA 12 Juli 2026 .Di tengah pesatnya perkembangan modernisasi, Kampung Tajur di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tetap mempertahankan kearifan lokal yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Sebanyak 43 rumah panggung khas Sunda masih berdiri kokoh dan dipertahankan keasliannya sebagai simbol pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata berbasis masyarakat.
Rumah-rumah panggung tersebut mengusung arsitektur tradisional Julang Ngapak, dengan dominasi material kayu dan bambu serta warna hitam-putih yang seragam. Keunikan inilah yang menciptakan suasana pedesaan yang asri, alami, dan autentik sehingga menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan masyarakat Sunda tempo dulu.
Tak sekadar menikmati panorama alam, wisatawan yang datang juga dapat menginap di rumah-rumah warga yang difungsikan sebagai homestay. Selama berada di Kampung Tajur, pengunjung diajak mengikuti aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari bertani, membajak sawah, membuat gula aren, memasak di dapur tradisional, hingga belajar membuat kerajinan tangan khas desa. Konsep wisata edukasi ini menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata pada umumnya.
Keberhasilan Kampung Tajur menjaga keaslian budaya menjadikannya sebagai salah satu desa wisata unggulan di Purwakarta. Destinasi ini juga pernah masuk dalam 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, berkat komitmen masyarakat dalam melestarikan budaya, lingkungan, dan tradisi lokal.
Selain menjadi destinasi wisata, keberadaan Kampung Tajur turut meningkatkan perekonomian warga. Kehadiran wisatawan membuka peluang usaha melalui penyediaan homestay, kuliner tradisional, pemandu wisata, hingga penjualan produk UMKM yang dihasilkan masyarakat setempat.
Dengan tetap mempertahankan 43 rumah panggung sebagai identitas budaya, Kampung Tajur membuktikan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata. Desa ini menjadi contoh bagaimana budaya lokal tidak hanya dijaga, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda dan para wisatawan yang berkunjung.
(Reina)
