ITime. Id. Bandung – 1Agustus 2026 .Pemerintah kembali mematangkan rencana pengembangan jaringan jalan tol di Pulau Jawa. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), yang diproyeksikan menjadi salah satu jalan tol terpanjang di Indonesia.
Ke depan, ruas tol tersebut direncanakan akan terhubung dengan proyek Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta. Apabila seluruh jaringan tersebut berhasil direalisasikan, perjalanan darat dari Bandung menuju Yogyakarta diperkirakan akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Tol Getaci sendiri memiliki panjang sekitar 206,65 kilometer yang menghubungkan Gedebage (Bandung) hingga Cilacap. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas di wilayah selatan Pulau Jawa serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Sementara itu, proyek Tol Cilacap–Yogyakarta telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Ruas ini dirancang untuk melengkapi jaringan jalan tol di selatan Pulau Jawa dan nantinya terkoneksi dengan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.
Apabila kedua proyek tersebut telah rampung dan saling terhubung, masyarakat diperkirakan dapat menikmati akses perjalanan yang lebih lancar antara Bandung dan Yogyakarta tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur arteri yang selama ini kerap mengalami kepadatan, terutama saat musim libur.
Selain memangkas waktu tempuh, keberadaan jaringan tol baru ini juga diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, meningkatkan investasi, membuka kawasan ekonomi baru, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Meski demikian, sejumlah ruas masih berada dalam tahap persiapan, pengadaan lahan, maupun proses pembangunan secara bertahap. Pemerintah menegaskan pelaksanaan proyek akan disesuaikan dengan kesiapan pendanaan, aspek teknis, serta proses konstruksi di masing-masing ruas.
Dengan terealisasinya jaringan tol tersebut di masa mendatang, konektivitas kawasan selatan Pulau Jawa diharapkan semakin kuat dan menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
(Reina)
