ITime.id .JAKARTA – 12 Agustus 2026 .Fenomena astronomi langka berupa Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dunia karena jalur totalitasnya melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi Utara.
Menurut data NASA, Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 akan melintasi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol serta sebagian kecil Portugal. Di sejumlah wilayah lain seperti Amerika Utara, Kanada, Eropa dan Afrika barat laut, gerhana akan terlihat sebagai gerhana matahari sebagian.
Namun, ada hal penting yang perlu diketahui masyarakat Indonesia. Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah dan Kota Salatiga. Data astronomi menunjukkan Indonesia berada di luar wilayah visibilitas gerhana tersebut.
Lalu, Kapan Waktu Salat Gerhana?
Dalam ajaran Islam, ketika terjadi gerhana matahari, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat kusuf (salat gerhana matahari), memperbanyak doa, zikir, istighfar dan amal kebaikan.
Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa salat gerhana matahari dilaksanakan ketika fenomena gerhana berlangsung. Dengan demikian, pelaksanaannya mengikuti waktu terjadinya gerhana di wilayah tempat seseorang berada, bukan semata-mata berdasarkan tanggal terjadinya gerhana secara global.
Karena Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak terlihat dari Indonesia, maka masyarakat Indonesia tidak memiliki jadwal salat kusuf khusus untuk gerhana tersebut.
Artinya, masyarakat di Salatiga, Jawa Tengah maupun daerah lain di Indonesia tidak perlu mencari waktu salat gerhana pada 12 Agustus 2026, karena tidak terjadi gerhana matahari yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.
Jangan Salah Memahami Waktu Gerhana
Bagi masyarakat yang berada di wilayah jalur gerhana, waktunya berbeda-beda sesuai lokasi. Sebagai contoh, NASA mencatat di Reykjavík, Islandia, fase total dimulai sekitar pukul 17.48 waktu setempat dan berakhir sekitar pukul 17.49. Sementara di León, Spanyol, fase total berlangsung sekitar pukul 20.28 hingga 20.30 waktu setempat.
NASA juga mengingatkan bahwa pada fase gerhana sebagian, masyarakat tidak boleh melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung mata khusus. Kacamata hitam biasa tidak cukup untuk melindungi mata dari paparan cahaya Matahari.
Jadi, Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 merupakan fenomena besar dunia, tetapi bukan fenomena yang dapat diamati dari Indonesia. Bagi umat Islam di Indonesia, tidak ada waktu salat kusuf khusus untuk GMT tersebut karena gerhananya tidak berlangsung secara terlihat di wilayah Indonesia.
(Reina)
